Menbud sebut Lebaran pemersatu masyarakat sebagai budaya Nusantara

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyebutkan momen Lebaran merupakan pemersatu masyarakat Indonesia karena perayaan hari kemenangan tersebut sudah menjadi budaya Nusantara.

Meski setiap daerah memiliki tradisi Lebaran yang berbeda-beda, namun Fadli Zon beranggapan semuanya memiliki satu tujuan yaitu merayakan hari kemenangan.

"Tiap daerah punya cara unik merayakan, tapi semuanya tetap satu budaya Nusantara," kata Fadli Zon dalam ucapan Idul Fitri 1447 H yang diunggahnya di Instagram @fadlizon, Jumat (20/3).

Baca juga: Menbud bahas pemugaran Candi Prambanan bersama tim arkeolog India

Baca juga: Menbud dorong penguatan museum sebagai pusat budaya dan edukasi

Menurutnya budaya Nusantara dapat ditemukan di setiap aspek Lebaran baik yang sifatnya tangible maupun intangible.

Sebagai contoh dalam hal kuliner, selama momen Lebaran setiap keluarga dengan daerah yang berbeda memiliki makanan andalannya masing-masing.

"Dari ketupat, opor ayam, rendang, sampai kue kering setiap daerah punya cita rasa khas. Makanan Lebaran itu tangible, tapi juga penuh cerita dan kenangan keluarga," katanya.

Contoh lainnya yang menjadi budaya dalam Lebaran adalah dari aspek berbusana.

Banyak ragam pakaian ala Nusantara seperti baju koko, songket, kebaya, hingga sarung yang dapat menjadi pilihan berbusana untuk merayakan hari penuh kemenangan tersebut.

Semua itu dinilai Fadli Zon tak hanya sebagai kebutuhan bergaya di hari raya tapi juga menunjukkan kebanggaan terhadap identitas serta budaya Nusantara.

Lebih lanjut ia mengatakan budaya intangible juga dapat dirasakan lewat momen Lebaran terutama dari kebiasaan-kebiasaan yang terasa kecil namun ternyata memiliki nilai yang besar.

Misalnya seperti adat berkunjung ke rumah-rumah tetangga, mudik, hingga memasak ketupat lebaran bersama keluarga menjadi contoh nyata Lebaran dapat menghadirkan budaya intangible.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia bisa melestarikan Lebaran karena kegiatan ini tidak hanya menjaga akar budaya tapi juga merawat tradisi untuk masa depan bangsa.

"Lebaran itu tangible dan intangible sekaligus bisa disentuh, dirasakan, dan dijalani. Ini bukan sekadar hari raya, tapi cara bangsa ini merayakan kebersamaan, toleransi, dan identitas budaya," ujar Fadli.

Baca juga: Komeng ucapkan Selamat Hari Raya dengan kejutan lucu bersama keluarga

Baca juga: Prabowo dan Titiek kompak beri ucapan Lebaran

Baca juga: Fadli sebut bulan Ramadhan hadirkan kegiatan yang berbalut budaya

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |