Menteri P2MI sampaikan pesan komitmen perkuat pelayanan pekerja migran

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan pesan komitmennya untuk memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

"Mari kita tingkatkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja migran Indonesia," kata Menteri Mukhtarudin melalui pesan video, Jakarta, Jumat (20/3).

Mukhtarudin menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pekerja migran Indonesia yang merayakan di manapun berada.

Di hari penuh kemenangan ini, Menteri P2MI menyampaikan pesan semangat, doa dan harapan bagi seluruh masyarakat Muslim Indonesia, terutama pekerja migran Indonesia yang merayakan.

Di hari yang fitri ini, Mukhtarudin berharap Muslim di seluruh Indonesia dan pekerja migran Indonesia di berbagai negara bisa kembali pada kesucian hati, dipenuhi rasa syukur, dan kedamaian.

Dia juga berharap masyarakat Indonesia bisa berbahagia bersama keluarga tercinta, termasuk orang-orang yang meraih kemenangan di Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

"Mari kita jadikan Hari Raya Idul Fitri ini untuk mempererat persaudaraan melalui silaturahmi, memperkuat semangat kebersamaan," demikian katanya.

Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah dirayakan oleh Umat Islam di sejumlah negara pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara di Indonesia, Hari Raya Idul Fitri dirayakan secara bervariasi, yakni pada Jumat 20 Maret 2026 oleh sebagian Muslim, dan Sabtu 21 Maret 2026 oleh sebagian lainnya.

Sebelumnya pada Kamis malam (19/3), Kementerian Agama RI resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.

"Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026," kata Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam Konferensi Pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, sebelumnya pada Senin (16/3), berpesan agar perbedaan dalam penentuan waktu Idul Fitri 1447 Hijriah disikapi dengan saling menghormati.

"Pada substansinya, mari Idul Fitri ini, baik dalam kesamaan maupun perbedaan, kita jadikan momentum untuk menggali dan mengimplementasikan sumber-sumber pencerahan agama bagi kehidupan kita, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa, bernegara, hingga kehidupan global," ujarnya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |