Festival Sagu Nusantara 2025 perkuat Meranti sebagai sentra sagu

2 months ago 32

Selatpanjang, Riau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menggelar Festival Sagu Nusantara 2025 di Sanggar Linau Kuning, Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur dalam upaya memperkuat komitmen menjadi sentra sagu nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis kearifan pesisir gambut.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin mengatakan festival yang berlangsung selama dua hari, Minggu-Senin (14–15/12), menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali identitas Meranti sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia.

Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti bersama Pemerintah Desa Sungai Tohor.

“Festival ini bukan yang pertama, namun memiliki makna khusus sebagai titik awal penguatan kembali event unggulan berbasis kearifan lokal yang sempat terhenti akibat pandemi,” kata Muzamil di Sungai Tohor, Senin.

Ia menjelaskan, Festival Sagu Nusantara 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata daerah, tetapi juga bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-17 Tahun 2025 serta penanda kebangkitan kembali agenda unggulan daerah pascapandemi COVID-19.

Menurut Muzamil, sagu ditampilkan tidak hanya sekadar sebagai komoditas pangan, melainkan sebagai representasi budaya, ekonomi, dan kearifan lokal masyarakat Kepulauan Meranti. Pohon sagu juga diketahui dapat membantu mencegah abrasi di lahan gambut.

Ke depan, festival ini diharapkan berkembang menjadi agenda pariwisata tahunan berskala nasional yang mampu menarik kunjungan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menilai sagu memiliki potensi strategis sebagai pangan alternatif yang sejalan dengan program ketahanan pangan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Berbagai produk turunan sagu seperti mi, biskuit, dan gula cair dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.

“Melalui Festival Sagu Nusantara 2025, kami berharap inovasi produk berbasis sagu semakin berkembang dan memperkuat posisi Meranti sebagai sentra sagu Nusantara,” ujarnya.

Festival tersebut diramaikan tujuh stand bazar kuliner sagu yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Beragam olahan khas Meranti ditampilkan, mulai dari lempeng sagu, kerupuk sagu, kepurun, mi sagu, hingga produk pangan inovatif bernilai jual tinggi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kepulauan Meranti Saiful Bahri mengatakan Festival Sagu Nusantara merupakan bagian dari agenda strategis dalam Rencana Induk Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti dan ditargetkan berkembang menjadi ajang berskala nasional hingga internasional.

“Sesuai namanya, Festival Sagu Nusantara diharapkan menjadi sarana promosi sagu Meranti ke tingkat nasional dan internasional, karena sagu bukan hanya produk lokal, tetapi komoditas pangan strategis yang memiliki daya tarik pariwisata,” ucapnya.

Kabupaten Kepulauan Meranti adalah produsen sagu terbesar di Indonesia, dengan luas lahan mencapai 59 ribu hektar dan produksi tahunan mencapai ratusan ribu ton, bahkan berpotensi jutaan ton. Kabupaten ini memiliki varietas unggul sagu seperti Sagu Duri, dan mengembangkan produksi hilirisasi.

Produk hilirisasi tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar penduduk, serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal melalui sentra industri kecil dan menengah (IKM) dan koperasi.

Baca juga: Kemenperin sebut sagu jadi bahan baku paling murah untuk bioetanol

Baca juga: Kemenperin kembangkan sentra IKM dukung hilirisasi sagu Riau

Pewarta: Bayu Agustari Adha/Rahmat Santoso
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |