Jakarta (ANTARA) - Kepala Departemen Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Permata Faisal Rachman menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menopang kinerja pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen (year-on-year/yoy) pada triwulan II-2026.
Faisal dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan kontribusi Program MBG tercermin pada performa konsumsi rumah tangga serta belanja pemerintah.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi 5,06 persen (yoy) dari 5,52 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya, salah satunya dipicu oleh normalisasi musiman Ramadhan dan Idul Fitri dan efek basis tinggi lantaran periode musiman ini pada tahun lalu jatuh pada triwulan II.
“Meski demikian, belanja rumah tangga tetap ditopang oleh periode libur sekolah, berlanjutnya pelaksanaan Program MBG, serta ekspansi ekonomi digital yang tetap kuat,” kata Faisal.
Di sisi lain, meski melambat menjadi 15,97 persen (yoy) dari 21,81 persen (yoy) pada kuartal I 2026, Faisal menyebut konsumsi pemerintah tetap berperan penting dalam menjaga keseimbangan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan sekaligus menjadi penyangga terhadap guncangan eksternal.
“Belanja pemerintah terutama ditopang oleh pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara serta berlanjutnya pelaksanaan program MBG,” katanya menambahkan.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga tetap menguat menjadi 6,87 persen (yoy) dari 5,96 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh investasi kendaraan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG dan inisiatif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Baca juga: Airlangga: Ekonomi RI tumbuh di atas rata-rata global
Baca juga: AGTI sebut pertumbuhan industri TPT pada Q2 perkuat optimisme sektor
Sementara itu, ekspor neto terus mengurangi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).
Ekspor masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global yang berkepanjangan dan lemahnya permintaan eksternal, sedangkan impor relatif lebih tangguh sejalan dengan solidnya permintaan domestik yang didukung stimulus kebijakan pemerintah.
Senada, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud juga menyatakan kontribusi Program MBG terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi belanja barang, realisasi belanja pemerintah yang disalurkan melalui Program MBG pada triwulan II 2026 juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran MBG hingga Juni 2026 mencapai Rp98,8 triliun secara kumulatif selama triwulan I dan triwulan II 2026. Dari jumlah tersebut, realisasi pada triwulan I mencapai Rp54,1 triliun, sedangkan pada triwulan II sebesar Rp44,7 triliun.
Meski realisasi pada triwulan II 2026 lebih rendah dibandingkan triwulan I 2026, nilainya melonjak dibandingkan triwulan II 2025 yang baru mencapai Rp2,9 triliun.
Edy memandang peningkatan realisasi belanja pemerintah tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi karena setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah akan mengalir ke dunia usaha dan berputar dalam perekonomian.
Baca juga: Apindo harap pertumbuhan Q2 jadi modal perkuat pemulihan industri
Baca juga: BPS: Perlambatan manufaktur dipicu kontraksi batu bara dan pengilangan
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































