DPD RI: Jasela layak jadi daerah khusus penyangga pangan

4 hours ago 5
Banyak dokter, profesor, aktivis yang hadir dan kembali mengonfirmasi bahwa Jasela sebagai sebuah konsepsi daerah yang kita perjuangkan ini memiliki landasan sangat kuat. Historisnya jelas, sosiologisnya sudah, faktualnya juga jelas,

Purwokerto (ANTARA) - Anggota DPD RI Abdul Kholik menilai kawasan Pantai Selatan Jawa Tengah atau Jasela layak didorong menjadi daerah khusus penyangga pangan karena memiliki landasan historis, sosiologis, dan faktual yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Usai mengikuti Diskusi Kelompok Terpumpun bertajuk “Prospek Pembentukan Daerah Khusus Penyangga Pangan di Wilayah Jasela” di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Rabu sore, Abdul Kholik mengatakan, para akademisi, dokter, profesor, dan aktivis yang hadir mengonfirmasi besarnya potensi strategis kawasan tersebut.

“Banyak dokter, profesor, aktivis yang hadir dan kembali mengonfirmasi bahwa Jasela sebagai sebuah konsepsi daerah yang kita perjuangkan ini memiliki landasan sangat kuat. Historisnya jelas, sosiologisnya sudah, faktualnya juga jelas,” katanya.

Menurut dia, gagasan pembentukan daerah khusus penyangga pangan di Jasela sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Baca juga: DPD RI: Jalur selatan Jateng berpotensi jadi penyangga pangan nasional

Ia menegaskan, usulan tersebut bukan semata karena Presiden berasal dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan, melainkan karena data dan fakta menunjukkan Jasela memiliki peran strategis bagi kesinambungan pangan nasional.

“Jadi ini bukan hanya karena Presiden orang dari sini, tapi memang fakta, data, semuanya menunjukkan bahwa Jasela adalah bagian dari menjaga kesinambungan pangan Indonesia, sekaligus mencegah krisis pangan ke depan,” katanya.

Ia menilai, apabila pemerintah ingin memastikan program kemandirian pangan berjalan optimal, Jasela perlu menjadi salah satu fokus perhatian dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional.

“Kalau Presiden ingin programnya berhasil, Jasela harus menjadi salah satu fokus perhatian Presiden ke depan,” katanya menegaskan.

Baca juga: DPD sebut Jateng selatan berpotensi jadi poros ekonomi baru

Selain aspek pangan, senator asal Jawa Tengah itu mengatakan berbagai masukan dalam diskusi juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana dan pembangunan agromaritim berkelanjutan dalam pengembangan Jasela.

“Kami berharap Presiden memberikan perhatian terhadap daerah khusus penyangga pangan Jasela ini agar menjadi kebijakan ke depan yang bisa mewujudkan visi Indonesia mandiri pangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Banyumas M Djohar menyambut positif pelaksanaan diskusi tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan cita-cita menjadikan Jawa Selatan atau Jasela sebagai daerah khusus penyangga pangan.

“Secara pribadi sebagai masyarakat Jasela, kami memiliki semangat yang kuat untuk mewujudkan cita-cita ini. Ketika Jawa Selatan bisa menjadi daerah khusus penyangga pangan, tidak sekadar lokal tetapi nasional, ini sebuah prestasi yang luar biasa,” katanya.

Baca juga: Anggota DPD usulkan Jateng selatan jadi daerah khusus penyangga pangan

Ia mengharapkan pemerintah pusat memberi perhatian serius karena secara historis, sosiologis, dan demografis, Jasela memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan strategis ketahanan pangan.

Ia mengatakan, Muhammadiyah juga telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mendukung penguatan sektor pertanian melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat hingga Jamaah Tani Muhammadiyah.

“Hasil diskusi ini nantinya akan kami bawa ke pemerintah pusat maupun Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar mendapat dukungan,” katanya.

Pakar pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan, pengembangan Jasela sebagai kawasan penyangga pangan perlu berbasis teknologi spesifik lokasi agar komoditas yang dibudidayakan sesuai karakteristik wilayah.

Baca juga: Andi Widjajanto ingatkan TNI unsur pendukung untuk atasi krisis pangan

“Jangan sampai suatu komoditas dipaksakan ke tempat-tempat yang sebetulnya bukan habitatnya, karena hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.

Menurut dia, Jasela merupakan kawasan unik karena memiliki bentang alam beragam, mulai dari pesisir, dataran rendah, dataran sedang, hingga dataran tinggi, sehingga membutuhkan pemetaan komoditas sesuai potensi masing-masing daerah.

Ia mengatakan, kawasan tersebut memiliki prospek besar karena didukung jumlah penduduk, sarana-prasarana, daya dukung lingkungan, serta ketersediaan sumber daya air dan potensi perikanan.

Diskusi tersebut juga menghadirkan perwakilan Bank Indonesia, akademisi dari Universitas Indonesia, perwakilan Perum Bulog, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan sejumlah instansi lainnya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |