DLH Mataram duplikasi olah sampah sistem "tempah dedoro" di sekolah

2 weeks ago 11

Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera menduplikasi secara masif pengolahan sampah organik dengan sistem "tempah dedoro" di sekolah-sekolah di kota itu.

"Untuk di sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan Kota Mataram, Alhamdulillah sudah berjalan baik di tingkat SD maupun SMP," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, di Mataram, Minggu.

Program pengolahan sampah organik dengan sistem "tempah dedoro" di sekolah-sekolah itu sesuai dengan instruksi Wali Kota Mataram, agar pusat perkantoran, hotel, restoran, katering, dan sekolah diminta mengelola sampah secara mandiri.

Salah satunya dengan menggunakan sistem "tempah dedoro", yang kini mulai dikembangkan khusus untuk mengolah sampah organik

Sistem pengolahan sampah melalui "tempah dedoro" dibuat dengan menggunakan buis beton dan penutup serta diberi lubang untuk membuang sampah organik.

Melalui wadah tersebut, pihak sekolah bisa mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungan sekolah bahkan bisa untuk warga sekitar.

Baca juga: DLH Mataram tekan volume sampah ke TPA hingga 60 ton per hari

Sementara untuk menghilangkan aroma dari sampah organik dan sisa makanan, disemprotkan cairan EM4 sekaligus mempercepat penguraian. Selain itu, bisa juga menggunakan air bekas cuci beras yang mudah didapatkan.

"Setelah sampah organik terurai, pihak sekolah bisa panen kompos sebagai pupuk alami untuk tanaman yang ada di halaman sekolah," katanya.

Selain sekolah, kata dia, kantor instansi pemerintah di bawah Pemerintah Kota Mataram juga sudah melakukan hal serupa, begitu juga pelaku usaha hotel, restoran, dan katering.

Jika program "tempah dedoro" bisa dilaksanakan masif di Kota Mataram, maka volume sampah di Mataram yang mencapai 250 ton per hari dan 60 persen merupakan sampah organik setiap hari bisa tertangani dari sumbernya.

Sementara 40 persen sampah anorganik berupa plastik berupa kantong kresek bisa dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya untuk menjadi batako.

Sedangkan untuk sampah berupa botol bekas air mineral dan sejenisnya bisa dialihkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Kebon Talo.

Baca juga: DLH Mataram bangun bank sampah induk

"Dengan demikian, sampah yang akan kami buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, hanya residu yang tidak bisa diolah," katanya.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |