Dirut Telkom membuka peluang InfraNexia IPO usai spin-off aset fiber

1 month ago 19
Kalau saat ini kami belum mengambil keputusan terkait rencana membawa InfraNexia ini ke pasar melalui mekanisme IPO.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) Dian Siswarini membuka peluang anak usaha Telkom, PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia, untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema initial public offering (IPO) setelah proses spin-off aset fiber optik rampung.

Meski demikian, keputusan tersebut belum ditetapkan dan seluruh opsi masih dikaji.

"Kalau saat ini kami belum mengambil keputusan terkait rencana membawa InfraNexia ini ke pasar melalui mekanisme IPO. Karena memang sekarang ini fokus kami masih ke dalam menyelesaikan proses spin-off aset wholesale fiber connectivity yang sekarang kami sedang lakukan tahap 1, dan nanti untuk tahap 2 nya di semester pertama tahun 2026," kata Dian dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis.

Setelah pemisahan aset tuntas, prioritas Perseroan adalah memastikan InfraNexia menjadi pemilik aset yang solid dan mampu menjalankan bisnis wholesale connectivity secara efisien dan optimal.

Menurut Dian, opsi korporasi lanjutan tetap terbuka, baik melalui IPO maupun menggandeng mitra strategis lain.

"Opsi masih terbuka ya, baik itu IPO maupun menggandeng mitra strategis karena prioritas tadi yang dikatakan masih memastikan bahwa InfraNexia bisa menjadi entitas Fiberco yang mumpuni, yang bisa membawa pertumbuhan yang lebih tinggi lagi untuk Telkom," katanya lagi.

Sebelumnya, Telkom secara resmi menandatangani akta pemisahan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap I kepada InfraNexia.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menjelaskan, nilai aset InfraNexia pada tahap pertama mencapai sekitar Rp35 triliun. Secara keseluruhan, setelah seluruh proses spin-off rampung, nilai aset InfraNexia diproyeksikan mencapai Rp90 triliun.

Dalam skema spin-off tersebut, Telkom menargetkan pengalihan hampir seluruh bisnis dan aset Fiber Connectivity atau 99,99 persen kepada InfraNexia. Namun, di tahap awal ini realisasi pengalihan kepemilikan baru dilakukan sebesar 50 persen.

Aksi korporasi ini merupakan bagian dari transformasi Telkom menuju struktur sebagai strategic holding dengan penguatan peran operating company.

Baca juga: Telkom target spin-off bisnis wholesale fiber fase dua rampung 2026

Baca juga: Telkom resmi sepakati spin-off aset fiber optik tahap I ke InfraNexia

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |