Dikbud Gorontalo pastikan jam masuk sekolah tetap normal

14 hours ago 4

Gorontalo (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo memastikan tidak menerbitkan surat edaran mengenai perubahan jam masuk sekolah setelah nonton bareng final Piala Dunia 2026 sehingga kegiatan belajar mengajar pada Senin (20/7) tetap sesuai jadwal.

Kepala Dikbud Provinsi Gorontalo Sudarman Samad di Gorontalo, Minggu, mengatakan kepastian tersebut disampaikan setelah pertemuan virtual bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Provinsi Gorontalo yang membahas kesiapan satuan pendidikan menghadapi final Piala Dunia.

"Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa," ujarnya.

Ia menjelaskan jam belajar tetap dimulai pukul 07.15 hingga 15.45 Wita. Sebagai bentuk antisipasi apabila terdapat peserta didik yang baru selesai menyaksikan siaran final Piala Dunia pada Senin (20/7), dini hari, sekolah dapat memanfaatkan waktu awal pembelajaran hingga istirahat pertama untuk kegiatan, seperti kerja bakti, merapikan ruang kelas, atau menata meja dan kursi.

Dia menjelaskan pengaturan kegiatan tersebut menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan, sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: TVRI Sumsel libatkan 18 UMKM di Nobar Piala Dunia 2026

Sudarman mengatakan peserta didik yang datang terlambat karena menyaksikan pertandingan tidak akan dikenakan sanksi. Sebagai gantinya, sekolah dapat memberikan tugas yang bersifat edukatif, seperti membuat resume atau analisis mengenai nilai-nilai positif yang diperoleh dari penyelenggaraan Piala Dunia.

"Tugas tersebut dapat difasilitasi oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan maupun guru Bimbingan Konseling di masing-masing sekolah," katanya.

Ia juga mengimbau orang tua agar mengawasi anak-anaknya setelah pertandingan usai dan tidak membiarkan mereka melakukan konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu keamanan dan membahayakan diri sendiri.

"Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah menonton, karena itu hanya bisa merugikan mereka sendiri," katanya.

Terkait dengan rencana sejumlah sekolah menggelar nonton bareng final Piala Dunia bersama masyarakat, ia mengatakan, kegiatan tersebut diperbolehkan sepanjang tidak mengganggu proses belajar mengajar dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ia berharap, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga euforia final Piala Dunia dapat dinikmati tanpa mengganggu kegiatan pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Polres Jakpus siagakan personel untuk amankan nobar final Piala Dunia

Baca juga: Pemprov Kepri ajak warga nobar final Piala Dunia di Bandara RHF

Pewarta: Faradila Alim
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |