Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal China, DFSK kembali merencanakan untuk meluncurkan kendaraan terbaru mereka di pasar Indonesia pada semester kedua tahun ini.
Meski demikian, pihaknya masih belum memberikan kisi-kisi lebih lanjut terkait kendaraan terbaru mereka yang dipastikan.
Hanya saja, mereka memastikan bahwa kendaraan itu nantinya masuk ke dalam kendaraan New Eenergy Vehicle (NEV).
“Kita berencana untuk meluncurkan kendaraan itu di semeter kedua tahun ini. Hanya saja, saya belum bisa memberikan kutipan terkait kendaraan NEV. Nanti, teman-teman media yang pertama mengetahui kendaraan itu,” kata Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin di Jakarta, Senin.
Hal senada juga diungkapkan oleh CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kisi-kisi lebih lanjut terkait kendaraan NEV yang nanti akan mereka bawa di Indonesia.
Baca juga: DFSK sebut Indonesia jadi fondasi produksi penting di Asia Tenggara
“Ini kan masih tertutup ya kalau lihat dari gambarnya, jadi ya kita tutup dulu aja. Nanti kalau sudah waktunya teman-teman media yang pertama kali kita undang untuk melihat lebih dekat,” ujar dia.
Sebelumnya, DFSK Indonesia juga telah aktif memperkenalkan kendaraan elektrik mereka di beberapa ajang pameran otomotif Indonesia yakni Aito M9.
Mobil konsep ini menurut data spesifikasi kendaraan dari perusahaan dilengkapi dengan teknologi canggih seperti kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
SUV konsep Aito M9 berukuran panjang 5.230 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm serta jarak sumbu roda 3.110 mm.
Pada bagian dalamnya ada kabin premium yang lapang, jok dibalut kulit Nappa, serta Zero Gravity Seat di baris kedua.
SUV konsep Aito M9 memiliki tiga layar, termasuk layar utama pengemudi berukuran 15,6 inci dan layar penumpang berukuran 16 inci, serta panel instrumen berukuran 12,3 inci.
Kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak 630 km (berdasar metode pengukuran WLTC) dan dapat melaju dari kecepatan 0 ke 100 km/jam dalam waktu 4,3 detik.
Versi Extended Range Electric Vehicle (EREV) dari kendaraan ini memiliki mesin pembakaran internal yang berfungsi sebagai generator serta bisa menjelajah hingga sejauh 1.239 km (berdasar metode pengukuran WLTP) dengan kombinasi mesin.
Baca juga: Logo dan slogan baru DFSK diperkenalkan di ajang IIMS 2026
Baca juga: DFSK luncurkan Gelora E terbaru dengan harga Rp200 jutaan
Baca juga: DFSK dan Seres gandeng Pegadaian untuk pembiayaan kendaraan
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































