Bappenas pastikan penyesuaian dana rehabilitasi pascabencana Sumut

2 hours ago 3

Medan (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI memastikan, Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana bakal melakukan penyesuaian terhadap dana rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

"Penyesuaian ini berpotensi menambah besaran anggaran yang dialokasikan untuk Sumut," ungkap Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI Medrilzam usai menemui Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Alokasi dana dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P) di wilayah Sumut, lanjut dia, semula dianggarkan sebesar Rp2,11 triliun atau 6,91 persen dari total kebutuhan sebesar Rp30,56 triliun.

Menurutnya, bahwa rencana induk R3P di wilayah Sumut tersebut merupakan versi pertama yang diselesaikan pada 15 Februari 2026.

Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana menjelaskan, penyesuaian dan penyelarasan data masih terus dilakukan.

"Ini masih versi pertama, kita selaraskan kembali data dengan daerah. Membangun komunikasi yang lebih intens antara pusat dan daerah, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan," kata Medrilzam.

Pihaknya menjelaskan, satgas hingga kini masih terus melakukan pemutakhiran data bersama pemerintah provinsi terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

Ia berharap hasil penyesuaian tersebut nantinya dapat diterima oleh seluruh pihak, terutama tiga provinsi di Sumatera.

"Harus benar-benar clear. Hasilnya bisa diterima semua pihak, dan kita bisa membantu masyarakat yang terdampak bersama-sama secepat-cepatnya," tegas Medrilzam.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memiliki komitmen kuat guna memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Bobby berharap penyesuaian anggaran tersebut benar-benar dapat membantu proses pemulihan di daerah, terutama di wilayah Sumut.

"Kami mohon sekali dana pemulihan pascabencana untuk Sumut dari pusat memenuhi kebutuhan yang ada di sini. Kebutuhan rehabilitasi, dan perbaikan-perbaikan," tuturnya.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut per 1 Maret 2026, mencatat, sebanyak 3.554 jiwa masih mengungsi pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumut pada 27 November 2025.

Berdasarkan laporan yang diterima 3.554 jiwa dari 921 kepala keluarga masih mengungsi tersebar di dua kabupaten dari total 20 kabupaten/kota se-Sumut terlanda bencana.

Pusdalops Sumut mencatat, ribuan pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Tengah 2.564 jiwa, dan Kabupaten Tapanuli Selatan 990 jiwa.

Adapun ke-20 kabupaten/kota se-Sumut terlanda bencana, yakni Medan, Tebing Tinggi, Binjai, Padangsidimpuan, Sibolga, Deli Serdang, Serdang Berdagai, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Tapanuli Utara, Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Batu Bara, dan Padang Lawas.

"Kami sangat berharap pada masyarakat. Lebaran ini mereka sudah di rumahnya masing-masing, tidak di pengungsian lagi," tutur Bobby.

Baca juga: Menteri PU: SPAM Lampahan aliri air bersih hingga Huntara Bener Meriah

Baca juga: BNPB pasok kebutuhan pengungsi di huntara Beutong Ateuh Nagan Raya

Baca juga: 268 KK penyintas banjir di Nagan Raya Aceh sudah mulai tempati huntara

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |