Jakarta (ANTARA) - CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus menyatakan bahwa pihaknya siap berkontribusi jika memang dibutuhkan dalam pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui tiga tahap yang perlu diketahui sebelumnya.
“Kami siap. Tetapi kami ini ada tiga tahap yang mesti kita lalui baru kami mau,” kata Alexander Barus di Jakarta, Senin.
Menurut dia, tiga tahap yang perlu diketahui ini untuk memberikan gambaran apakah nantinya unit-unit yang dibutuhkan tersebut sesuai dengan kebutuhan atau tidak, sehingga, kendaraan yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat yang sesuai.
Dia melanjutkan bahwa tahap yang pertama adalah pihaknya harus mengetahui lebih detil, apakah kendaraan-kendaraan yang dibutuhkan itu benar berpenggerak 4x2 atau 4x4.
Baca juga: DFSK Indonesia bakal bawa mobil baru di semester kedua 2026
“Satu, we do need assessment. Artinya begini, need assessment itu apa yang dibutuhkan oleh koperasi desa ini, betul atau tidak butuh 4x2,” lanjut dia.
Lalu, untuk tahap selanjutnya pihaknya juga perlu memastikan bahwa kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh program KDKMP benar-benar membutuhkan kendaraan berpenggerak 4x4. Tahapan ini dirasa penting oleh DFSK Indonesia, untuk memastikan bahwa kendaraan ini tepat sasaran nantinya.
Tahapan ketiga adalah, jadwal yang jelas terkait pendistribusian dan juga jumlah unit yang nantinya memang dibutuhkan oleh pemerintah untuk mendukung program KDKMP.
“Yang ketiga, itu berapa yang dibutuhkan? Ini tiga harus kita pastikan bersama. Kalau sudah, baru tahap berikutnya kita bicara soal harga,” ujar dia.
Ketika tiga tahapan itu terpenuhi, pihaknya meyakinkan bahwa DFSK Indonesia berani untuk memberikan harga yang kompetitif. Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk industri otomotif Indonesia.
Baca juga: DFSK sebut Indonesia jadi fondasi produksi penting di Asia Tenggara
“Kami bisa menyampaikan harga yang bersaing. Dengan catatan, permintaan sesuai dengan apa yang kita produksi, bukan yang tidak kita produksi,” jelas dia.
Di Indonesia, DFSK telah melahirkan kendaraan niaga mulai dari segmen konvensional hingga kendaraan niaga berbasis baterai seperti DFSK Gelora E dan juga DFSK Super Cab untuk konvensionalnya.
Kedua kendaraan ini memiliki keunggulannya masing-masing. Untuk DFSK Gelora E, pihaknya mengklaim bahwa kendaraan ini mampu menjelajah hingga 300 km dan menjadi salah satu pelopor kendaraan van listrik untuk logistik dan penumpang.
Sementara untuk DFSK Super Cab, kendaraan komersial ringan ini memiliki kemampuan yang cukup positif. Menurut catatan yang ada, kendaraan ini memiliki kemampuan untuk mengangkut beban hingga 1,4 ton.
Baca juga: Logo dan slogan baru DFSK diperkenalkan di ajang IIMS 2026
Baca juga: DFSK luncurkan Gelora E terbaru dengan harga Rp200 jutaan
Baca juga: DFSK E5 PLUS Kini Hadir di Ekuador, Mengawali Babak Baru di Pasar Amerika Latin
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































