Washington (ANTARA) - Perundingan untuk melanjutkan Rencana Perdamaian 20 Poin bagi Gaza yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan ditunda setelah penyerbuan AS-Israel terhadap Iran, menurut laporan Reuters, Senin (9/3).
Laporan itu, dengan mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai pelucutan senjata dihentikan pada 28 Februari, segera setelah konflik AS-Israel terhadap Iran dimulai.
Namun, penundaan itu disebut hanya sebagai “keterlambatan singkat dan kecil” yang terjadi akibat gangguan penerbangan yang membuat sejumlah perunding tidak dapat melakukan perjalanan, menurut sumber yang disebutkan dalam laporan itu memiliki pengetahuan langsung mengenai misi Board of Peace (BoP).
Perundingan antara Hamas serta para diplomat dari Mesir, Qatar, dan Turki seharusnya berlangsung pada hari ketika permusuhan pecah di kawasan tersebut.
Pertemuan itu akhirnya dibatalkan dan belum ada tanggal alternatif yang disepakati, kata seorang pejabat Palestina yang dikutip dalam laporan tersebut. Baik pemerintah AS maupun otoritas Israel belum memberikan komentar terkait hal tersebut.
Pada November lalu, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) mengadopsi Resolusi 2803 untuk melaksanakan rencana perdamaian Gaza yang disepakati Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Sementara Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari mengumumkan fase kedua dari rencana tersebut yang mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza yang lebih luas, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, serta pembentukan struktur pemerintahan baru yang mencakup BoP yang dipimpin AS.
Kemudian pada akhir Februari, BoP menggelar pertemuan perdana di Washington yang dihadiri lebih dari 20 negara pada berbagai tingkat perwakilan.
Organisasi tersebut dibentuk pada Januari atas inisiatif Trump yang mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung.
Meski transisi ke fase kedua rencana perdamaian Trump untuk Jalur Gaza telah diumumkan, bentrokan antara kelompok Palestina dan pasukan Israel dilaporkan masih terus terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Muhaimin: Keanggotaan Indonesia di BoP demi bela kepentingan Palestina
Baca juga: Seskab: Penghentian konflik dan korban di Gaza tidak bisa seketika
Baca juga: WHO peringatkan krisis pasokan medis di Gaza akibat pembatasan
Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































