Deteksi TBC, Kemenkes kirim 21 X-Ray portable ke sejumlah RS di Riau

1 day ago 4
Ini alat beratnya cuma 3 kilogram dan bisa dibawa ke kampung-kampung

Pekanbaru, (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan bantuan 21 X-Ray portable bagi sejumlah rumah sakit di Provinsi Riau untuk mempercepat deteksi penyakit menukar Tuberkulosis (TBC).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenks) Benjamin Paulus Octavianus menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, yang dilakukan di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru pada Selasa.

"X-Ray portabel kami berikan ke Provinsi Riau ada 21. Ini alat beratnya cuma 3 kilogram dan bisa dibawa ke kampung-kampung. Bisa dilakukan pemeriksaan x-Ray dengan alat namanya NPOC (Near Point-of-Care testing) seperti PCR COVID," kata Wamenkes Benjamin.

Alat tersebut, kata dia, bisa diletakkan di puskesmas. Namun jika jarak ke puskesmas sampai 1-2 jam, maka alat tersebut bisa diletakkan di kantor desa maupun posyandu.

Baca juga: Kemenkes siapkan pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan

Hal itu dilakukan, lanjut Wamenkes, untuk mengejar target penelusuran sebaran TBC terhadap masyarakat. Selama ini tenaga kesehatan sudah berupaya mengobati yang sakit namun kasusnya tetap tinggi setiap tahun.

"TBC ini penyakit menular seperti COVID. Kalau yang ditulari tidak dikejar dan tidak dilakukan cek kesehatan, maka akan terus tinggi angkanya. Jadi kontak orang yang sakit harus diperiksa, lalu yang tak sakit diberi obat pencegahan, yang kena TBC diobati," kata Wamenkes Benjamin.

Menurutnya, bila tiga tahun dikerjakan dengan serius maka ke depan kasus TBC akan turun. Saat ini, lanjutnya, kasus TBC di Indonesia masuk nomor dua dunia, bahkan kalau per 100 ribu penduduk jadi nomor satu di dunia.

"Indonesia itu 384 kasus per 100.000 orang, sementara India yang nomor satu di dunia itu cuma 190 kasus per 100.000. Jadi kita dua kali lipat India, kalau penduduk kita sebanyak India kita juara jadi satu sedunia," ucap Wamenkes Benjamin.

Baca juga: IDAI sambut baik Kemenkes telusuri kasus TBC untuk percepat eliminasi

Terkait adanya rumah sakit di Riau yang menolak diberikan alat tersebut karena tidak ada tenaga radiografer, Wamenkes mengatakan pihaknya saat ini berupaya memenuhi sumber daya manusia tersebut. Oleh karena itu alat tersebut saat ini diberikan ke rumah sakit.

"Tahun depan akan diberikan X-Ray untuk 4.000 puskesmas, maka harus ada radiografernya. Sekarang kami lagi memproduksi, ada 1.200 (radiografer) tahun ini, semoga tahun depan bisa terpenuhi 4.000. Maka saya minta Politeknik Kesehatan Pekanbaru bikin program radiografer, agar Riau harus bisa memproduksi untuk kebutuhan Sumatera," kata Wamenkes Benjamin.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Sf Hariyanto berterima kasih atas bantuan X Ray Portable tersebut. Menurutnya, saat ini dari seluruh kasus TBC di Riau baru 36 persen yang ditemukan dan dilaporkan.

"Dari seluruh kasus baru sepertiga yang ditemukan dan dilaporkan. Baru separuh, maka perlu optimalkan cek kesehatan gratis menjadi pintu masuk mengenali masyarakat yang memiliki faktor risiko TBC," ujarnya.

Baca juga: Wamenkes minta pemda lengkapi dokumen swakelola pelacakan TBC

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |