Departemen Perang AS jalani misi napak tilas Perang Dunia II di Biak

2 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Sebuah tim Departemen Perang Amerika Serikat merampungkan misi napak tilas pencarian artefak sejarah dan jenazah personel militer AS yang gugur pada masa Perang Dunia II di Pulau Biak, Papua.

Departemen Perang AS, secara khusus Tim Pencarian dan Identifikasi Tentara Hilang/Tawanan Perang (DPAA), memandang misi yang berlangsung pada 20—23 Juli 2026 tersebut sebagai langkah meningkatkan kapabilitas personel serta memperkuat kemitraan dengan Indonesia.

Menurut keterangan tertulis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin, tim DPAA yang didampingi oleh Kantor Atase Pertahanan (DAO) Kedubes AS melakukan investigasi dan survei lapangan, susur wilayah, dan menghimpun riwayat lisan berkaitan dengan Pertempuran Biak 1944 selama menjalankan misi.

Misi tersebut memiliki makna pribadi bagi Wakil Direktur DPAA untuk kawasan Indo-Pasifik, Letnan Kolonel Marinir Jeremy Smith, mengingat buyutnya wafat dalam kecelakaan pesawat angkut C-47 di Biak pada 27 September 1944.

“Berdiri di tempat paman buyut saya gugur 82 tahun lalu, bukan hanya sebagai seorang Marinir dalam sebuah misi resmi, tetapi juga sebagai anggota keluarga yang memberikan penghormatan kepadanya, merupakan kehormatan seumur hidup,” kata dia.

Di samping melakukan misi lapangan, tim DPAA melakukan kunjungan ke tugu peringatan Perang Dunia II di Biak serta memberikan presentasi interaktif terkait sejarah Pertempuran Biak 1944 dan misi DPAA kepada siswa sekolah di Desa Parai.

Upaya penelusuran di Pulau Biak kali ini didukung oleh sejarawan DPAA Dr. Kyle Bracken dan Dr. Alex Peterson.

Baca juga: Kemenbud: Pakar Arkeometri BRIN identifikasi tulang tentara Jepang

Sementara itu, tim gabungan DPAA dan DAO juga melakukan pertemuan dengan Panglima Komando Operasi Udara III TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda (Marsda) TNI Azhar Aditama.

Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan piagam penghargaan dan plaket komando sebagai apresiasi atas dukungan dalam proses penyerahan artefak dan jenazah warga negara AS kepada DPAA baru-baru ini.

“Kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dukungan luar biasa dari para pemimpin seperti Marsda TNI Azhar Aditama, merupakan landasan keberhasilan kami di kawasan ini,” ujar Letkol Smith.

Menurut Kedubes AS di Jakarta, misi tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman terkait antara AS dan Indonesia yang diteken pada 13 April 2026.

Pelaksanaan misi di Biak itu jua mencerminkan komitmen AS bekerja sama dengan Indonesia dan meletakkan landasan kuat bagi kerja sama kemanusiaan dan sejarah di masa mendatang, demikian Kedubes AS di Jakarta.

Baca juga: Pemkab Biak kembalikan sembilan kerangka tentara Jepang

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |