Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyatakan ingin meliburkan angkot di Bandung dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas seiring dengan libur pergantian tahun 2025-2026.
Hal itu, lanjut dia, mengingat Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata, yang diprediksi dikunjungi ratusan ribu wisatawan dalam dan luar negeri, dengan banyak kendaraan yang akan masuk ke Bandung, sehingga perlu disiapkan berbagai solusi.
Yang pertama, kata dia, menyiapkan petugas di area keramaian untuk mengurangi kepadatan. Kedua, meliburkan operasional angkutan kota di Bandung pada waktu-waktu yang diprediksi mengalami kepadatan luar biasa yakni tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.
"Ini seperti di Puncak yang ada kebijakan selama empat hari seluruh angkutan umum diminta libur dan dikasih kompensasi. Di Bandung juga kita harap sama, di dua hari, mudah-mudahan anggarannya Pak Walikota Bandung cukup untuk itu," ujar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin.
Baca juga: Hoaks! Dedi Mulyadi copot Wali Kota Farhan karena gagal atasi banjir
Seperti di Puncak, kata dia, angkutan kota di Kota Bandung juga diminta untuk libur dengan kompensasi yang akan diberikan pada sopir angkot dengan besaran Rp500 ribu untuk mengganti uang operasional.
"Dua hari. Malam Tahun Baru dan hari Tahun Baru. Jadi dua hari. Rabu dan hari Kamis libur dan dikasih uang saku," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menjelaskan kompensasi tersebut berdasarkan penyesuaian dengan rata-rata operasional harian sopir angkot di Bandung antara yang dibawa pulang dan setoran.
"Pendapatan kan rata-rata Rp150.000 sopir itu. Kalau dengan setoran mobilnya jadi Rp250.000 lah. Rp250.000, kemudian dua hari jadi Rp500.000 dikasihnya ya antara pemilik dengan sopir angkotnya," ujar Dedi Mulyadi.
Baca juga: Gubernur: Bencana Sumatera pembelajaran bagi Jabar perkuat konservasi
Ia kemudian meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk berkoordinasi guna membahas teknis pembiayaan, apakah harus setengah-setengah atau bagaimana.
"Jadi nanti diliburkan dan kemudian nanti biayanya kita bicarakan, mumpung masih ada waktu sehingga nanti kota Bandung, pada saat banyak turis yang berkunjung, angkotnya istirahat," ucap Dedi Mulyadi.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi, jumlah angkot yang beroperasi di wilayahnya sekitar 2.500 unit.
Baca juga: Gubernur Jabar sebut mulai tutup pertambangan sebagai mitigasi bencana
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































