Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga yang menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu, memanjatkan doa agar terjadi peningkatan dalam kualitas dan lembaga pendidikan Indonesia.
“Saya ke sini tujuan untuk berzikir, berdoa, semoga negara kita Indonesia ini menjadi negara yang aman, yang dibanggakan oleh bangsa Indonesia termasuk kita sendiri, supaya meningkat di dalam pendidikan di masing-masing lembaga,” ujar Aliyah (58) ketika dijumpai di Monas, Jakarta, Sabtu.
Aliyah merupakan Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Babakan Peundeuy, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Baca juga: Menag tegaskan kerukunan jadi modal dasar pembangunan nasional
Ia menceritakan telah menempuh perjalanan selama empat jam untuk menghadiri zikir dan doa kebangsaan.
Sebanyak 30 bus diberangkatkan dari Sukabumi untuk memobilisasi sekitar 1.500 orang.
“Saya berangkat sendiri (tidak bersama keluarga), sama guru-guru,” ucap Aliyah.
Baca juga: Jamaah lintas agama hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Selaras dengan Aliyah, Muhammad Rahman Hanafi (17) yang merupakan santri dari sebuah pesantren di Jakarta Timur juga berharap agar Indonesia semakin membaik.
Akan tetapi, menurut Rahman, permasalahan yang paling mendesak untuk dituntaskan di Indonesia adalah korupsi.
“Masalah yang paling terbesar ini, saya terang-terangan aja ya, kita harus berantas korupsi yang mengotorkan negara Indonesia. Itu yang mungkin masalah terberat kita tahun ini,” ujar Rahman.
Musthofa (18) yang merupakan rekan santri dari Rahman juga berharap agar masalah-masalah di Indonesia dapat diselesaikan.
Ia berharap pada bulan kemerdekaan RI, kondisi Indonesia kian membaik, termasuk membaik dari segi pemerintahan hingga masyarakatnya.
"Untuk ke depannya, bangsa Indonesia, negara kita ini semakin membaik, dan masalah-masalah tahun ini semoga terselesaikan ke depan," ujar Musthofa.
Baca juga: Ribuan warga padati Monas untuk Zikir dan Doa kebangsaan
Ribuan warga berbalut pakaian serba putih memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Lapangan Monas, Jakarta.
Warga yang menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan memperoleh suvenir dari Istana Kepresidenan Republik Indonesia berupa sajadah dan seperangkat alat shalat, yakni mukena untuk perempuan dan sarung untuk laki-laki.
Kementerian Agama memperkirakan gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan ini dihadiri oleh sekitar 100 ribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung pada pukul 17.00–21.30 WIB sebagai bagian dari ikhtiar menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Enam pemuka agama pimpin doa bersama pada Zikir dan Doa Kebangsaan
Baca juga: 100 ASN Bimas Kristen dan Katolik siap tampilkan paduan suara di Monas
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































