Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyebutkan tiket kereta api (KA) jarak jauh periode Lebaran hingga 1 April 2026 masih tersedia dalam jumlah memadai.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menyatakan tiket yang terjual pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026 sebanyak 452.173 tiket atau baru 80 persen dari total kapasitas 561.528 tiket.
"Dari data per hari ini, masih ada sekitar 109.355 tiket KA jarak jauh di wilayah operasi Daop 8 Surabaya, yang masih bisa dipesan masyarakat selama periode Lebaran," katanya di Surabaya, Jatim, Selasa.
Ia menilai penjualan tiket terutama untuk KA jarak jauh diperkirakan masih akan mengalami peningkatan seiring tingginya permintaan masyarakat yang memilih moda transportasi kereta api.
Sementara, selama periode 11 Maret 2026 hingga saat ini, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 633.977 penumpang dengan 339.941 penumpang diberangkatkan dan 294.036 penumpang tiba di sejumlah stasiun di wilayah operasi.
Mahendro menuturkan puncak arus balik pada Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada Selasa ini dengan jumlah penumpang mencapai 54.114 orang terdiri atas 30.853 penumpang datang dan 23.261 penumpang berangkat.
Peningkatan volume penumpang, kata dia, mulai terlihat di sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 8 Surabaya seperti Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 16.656 penumpang, Stasiun Surabaya Pasarturi 15.934 penumpang, serta Stasiun Malang 7.788 penumpang.
"Kami turut mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan relasi perjalanan sesuai tiket, serta mempertimbangkan alternatif jadwal atau perjalanan lanjutan guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman selama masa angkutan Lebaran," katanya.
Baca juga: 9.351 penumpang padati stasiun se-Malang Raya saat puncak arus balik
Baca juga: KAI Surabaya catat 48 ribu penumpang pada hari kedua Lebaran 2026
Baca juga: Daop 8 proyeksikan 533 ribu penumpang pada angkutan Lebaran 2026
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































