Jakarta (ANTARA) - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menilai kepercayaan terhadap pasar modal menjadi faktor kunci dalam menarik investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia.
“Kepercayaan terhadap investasi, terutama FDI, salah satu indikator utamanya adalah kepercayaan kepada pasar modal terlebih dahulu,” kata Rosan dalam Dialog Pelaku Pasar Modal di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan pasar modal kerap menjadi pintu masuk awal investor karena sifatnya yang lebih likuid dibandingkan investasi langsung yang bersifat komitmen jangka panjang.
Rosan mengatakan pasar modal Indonesia telah mencatat pertumbuhan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun jumlah investor, namun penguatan kualitas pasar menjadi tantangan pada tahap berikutnya.
Baca juga: BEI publikasi data kepemilikan saham di bawah 5 persen awal Februari
“Yang paling penting adalah di tahap berikutnya bagaimana kita memastikan pasar modal kita ini terus berkembang, tapi dengan standar kualitas yang baik, yang mempunyai dampak positif dan dampak yang sangat besar,” ujarnya.
Menurut Rosan, investasi menyumbang sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara konsumsi domestik berkontribusi sekitar 53–54 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional yang selama ini terjaga di atas 5 persen.
Besarnya kontribusi tersebut, kata dia, menjadikan kepercayaan dan kualitas pasar modal sebagai faktor penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
Rosan menekankan pasar modal Indonesia tidak hanya perlu tumbuh dari sisi ukuran (size), tetapi juga dari sisi kualitas, transparansi, dan akuntabilitas, dengan pembentukan harga yang murni berbasis permintaan dan penawaran.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































