Chongqing (ANTARA) - Saat kabut pagi menyelimuti titik pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, Chongqing Raffles City, sebuah landmark di Chongqing, China barat daya, sudah ramai dengan berbagai aktivitas.
Lebih dari 400 peserta siap menghadapi tantangan, yakni mendaki 1.178 anak tangga melintasi 42 lantai untuk mencapai sebuah gedung pencakar langit horizontal (horizontal skyscraper).
Raffles City Chongqing Vertical Challenge 2025 yang diadakan pada Sabtu (8/11) mengubah sebuah gedung pencakar langit menjadi lintasan lari, memberikan kesempatan bagi para pelari untuk merasakan pesona kota tersebut.
"Ini adalah maraton vertikal pertama saya, dan rasanya benar-benar berbeda dari berlari di arena datar," kata seorang peserta bernama Li Xiaotong. "Ajang ini menguji daya tahan kardiovaskular, explosive power, dan tekad kita secara sekaligus."
Menurut panitia, peserta acara tersebut meliputi para pencinta kebugaran dan pengunjung, dengan rentang usia antara 18 hingga 60 tahun.
"Tantangan vertikal tidak hanya memperkuat tubuh, tetapi juga memungkinkan saya untuk melihat lanskap perkotaan Chongqing dari sudut pandang yang baru," kata Zheng Chang dari Xi'an.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chongqing menggalakkan integrasi aktivitas olahraga dan pariwisata. Dengan memanfaatkan kondisi wilayahnya yang bergunung-gunung, Chongqing menciptakan skenario-skenario olahraga baru di tengah gedung-gedung pencakar langit, lembah, dan tepian sungainya. Kompetisi-kompetisi seperti pendakian gedung tinggi, lomba lari di tangga stasiun kereta bawah tanah, dan lari lintas pegunungan menjadi platform untuk menampilkan lanskap kota tersebut.
Hongyancun Vertical Marathon sepenuhnya memanfaatkan medan berbukit-bukit di Chongqing. Diselenggarakan di Stasiun Kereta Bawah Tanah Hongyancun, yang merupakan stasiun kereta bawah tanah terdalam di China dan kedua terdalam di dunia, lomba ini mencakup 860 anak tangga, mendaki 141 meter dari stasiun bawah tanah tersebut hingga permukaan, setara dengan mendaki 39 lantai.
Stasiun pusat transit tersebut diubah menjadi venue olahraga yang dapat diakses oleh publik menggunakan kode QR. Kira, seorang mahasiswa asing di Universitas Chongqing, mengatakan, "Berlari dalam maraton vertikal di stasiun kereta bawah tanah membuat saya bisa lebih memahami Chongqing dan merasakan ritme kehidupan di kota ini."
Data menunjukkan bahwa dari 2021 hingga 2025, konsumsi olahraga per kapita di Chongqing tumbuh dengan laju rata-rata tahunan sebesar 21,6 persen. Pada tiga kuartal pertama tahun ini, kota tersebut menjadi tuan rumah 978 acara olahraga tingkat distrik atau lebih tinggi, menarik sekitar 2,16 juta peserta dan 340 juta penonton, serta secara tidak langsung menghasilkan lebih dari 12,4 miliar yuan (1 yuan = Rp2.345) dalam hal konsumsi
Pegunungan dan ngarai di Wushan menghadirkan olahraga ke dalam lanskap alam. Ajang Yangtze River Three Gorges (Wushan) Ultra Trail 2025 baru-baru ini digelar di wilayah Wushan, dengan sekitar 3.500 pelari berkumpul di sepanjang Sungai Yangtze.
Lomba ini mencakup kategori 60 km, 25 km, dan 5 km, dengan ketinggian maksimum 1.587 meter dan total pendakian hampir 3.400 meter.
Peserta menelusuri titik-titik objek wisata di sepanjang Punggung Tiga Ngarai, menikmati pemandangan lembah sambil berlari.
Wushan Ultra Trail telah diselenggarakan selama delapan tahun berturut-turut. Terintegrasi dengan festival daun (leaf festival) lokal, industri pariwisata dan budaya, lomba ini menarik hampir 20.000 pelari dari seluruh dunia.
"Daripada terburu-buru berlari, saya lebih menikmati perjalanannya," kata Wu Yalan dari Chengdu. "Ngarai, dedaunan musim gugur, dan latar belakang perkotaan menciptakan lapisan-lapisan keindahan visual yang memukau."
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































