China (ANTARA) - China mengungkap rincian persyaratan implementasi standar nasional yang direkomendasikan GB/T 46991.1-2025, yang mengatur tingkat akurasi dan daya tahan sistem tampilan kesehatan baterai kendaraan listrik penumpang ringan.
Laman Carnewschina, Senin (3/8) waktu setempat melaporkan, dokumen tersebut menetapkan batas perbedaan antara status energi baterai yang tersedia (available energy) yang ditampilkan pada panel instrumen kendaraan dengan hasil pengukuran sebenarnya.
Selain itu, standar ini juga menetapkan acuan daya tahan baterai berdasarkan usia kendaraan dan jarak tempuh.
GB/T 46991.1-2025 dikembangkan di bawah arahan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) serta Administrasi Standardisasi China (SAC), dengan masukan teknis dari tim ahli penyusun yang dipimpin Yu Yang.
Baca juga: Kesehatan baterai Xiaomi SU7 bertahan pada 94,5% usai 265.000 km
Baca juga: Penurunan harga baterai tak pengaruhi harga jual kendaraan
Standar ini berlaku untuk kendaraan listrik penumpang ringan dan diklasifikasikan sebagai standar nasional yang bersifat rekomendasi, bukan regulasi keselamatan yang wajib dipatuhi.
Salah satu ketentuan utama dalam standar ini mengatur akurasi informasi kesehatan baterai yang ditampilkan kepada pengemudi. Dokumen tersebut mendefinisikan State of Available Energy (SOCE) sebagai perbandingan antara energi yang masih dapat digunakan pada baterai saat ini dengan energi yang tersedia pada baterai kendaraan saat masih baru.
Berbeda dengan State of Charge (SOC) yang menunjukkan sisa energi baterai saat kendaraan digunakan, SOCE dirancang untuk mencerminkan kemampuan baterai dalam mempertahankan kapasitasnya dalam jangka panjang.
Sesuai ketentuan, penyimpangan relatif antara nilai SOCE yang ditampilkan kendaraan dan hasil pengukuran fisik tidak boleh melebihi lima persen. Artinya, nilai yang ditampilkan pada kendaraan tidak boleh berbeda lebih dari lima persen dibandingkan hasil pengukuran sebenarnya.
Ketentuan ini menjadi acuan dalam membandingkan informasi kesehatan baterai yang ditampilkan dengan kapasitas baterai yang terukur.
Virtual Mileage
GB/T 46991.1-2025 juga mengatur konsumsi energi baterai yang terjadi di luar kondisi berkendara normal. Standar ini mewajibkan konsumsi daya saat kendaraan tidak digunakan untuk berkendara, termasuk energi yang dipakai oleh sistem kendaraan ketika parkir atau saat mengoperasikan berbagai aksesori, untuk dikonversi menjadi Virtual Mileage.
Virtual Mileage mengubah konsumsi energi di luar aktivitas berkendara menjadi jarak tempuh ekuivalen berdasarkan tingkat konsumsi energi kendaraan. Nilai yang ditampilkan harus memiliki penyimpangan relatif maksimal tiga persen dibandingkan hasil pengukuran.
Ringkasan dokumen yang dipublikasikan kepada publik tidak menjelaskan secara rinci kondisi pengujian untuk setiap skenario, termasuk penggunaan aksesori dengan beban berbeda atau konsumsi daya saat kendaraan dalam kondisi diam.
Baca juga: Malaysia siap produksi baterai EV bulan ini, bidik pasar ASEAN
Baca juga: Masalah yang paling sering dihadapi pemilik EV bekas menurut analisis
Target daya tahan baterai
Dokumen tersebut menetapkan tingkat minimum retensi SOCE untuk kendaraan listrik penumpang ringan berdasarkan usia dan akumulasi jarak tempuh kendaraan sebagai berikut:
Usia Kendaraan Jarak Tempuh Acuan Persyaratan Minimum SOCE
- 5 tahun 100.000 km ≥82%
- 8 tahun 160.000 km ≥75%
- 10 tahun 200.000 km ≥70%
Angka-angka tersebut menunjukkan sisa energi yang masih tersedia dibandingkan kapasitas energi awal saat kendaraan keluar dari pabrik. Sebagai contoh, baterai dengan kapasitas energi awal 100 kWh harus masih memiliki sedikitnya 82 kWh setelah digunakan selama lima tahun dan menempuh jarak 100.000 kilometer sesuai persyaratan evaluasi.
Informasi yang dipublikasikan hanya berlaku untuk kendaraan penumpang ringan. Dokumen tersebut tidak menjelaskan apakah ambang batas serupa juga akan diterapkan pada kendaraan komersial, bus, truk, atau kendaraan roda dua.
Konteks regulasi
Pengungkapan standar ini dilakukan di tengah upaya China yang terus mengembangkan berbagai standar terkait kualitas baterai kendaraan listrik, daur ulang, keselamatan, dan pengelolaan siklus hidup baterai.
GB/T 46991.1-2025 berfokus pada pengukuran kesehatan baterai, akurasi tampilan, dan evaluasi daya tahan. Standar ini terpisah dari standar keselamatan wajib seperti GB 38031-2025 yang mengatur persyaratan keselamatan baterai, termasuk ketentuan mengenai thermal runaway.
Sebagai standar nasional yang bersifat rekomendasi, GB/T 46991.1-2025 berfokus pada kriteria evaluasi dan tidak menetapkan sanksi administratif, kewajiban penarikan kembali kendaraan (recall), maupun tindakan penegakan hukum yang dipublikasikan bagi kendaraan yang melebihi batas penyimpangan yang ditentukan.
Kondisi baterai kini menjadi salah satu faktor penting dalam pembahasan garansi, penilaian kendaraan listrik bekas, dan pertimbangan kepemilikan jangka panjang.
Kekhawatiran mengenai pengaruh kebiasaan pengisian daya, termasuk penggunaan fast charging secara rutin, terhadap penuaan baterai juga meningkatkan perhatian terhadap pentingnya penilaian kondisi baterai yang akurat.
Perbedaan antara informasi kondisi baterai yang ditampilkan kendaraan dengan kondisi baterai sebenarnya turut menunjukkan perlunya metode pengukuran dan evaluasi yang konsisten.
Dampak terhadap pasar kendaraan listrik bekas
Kondisi baterai merupakan salah satu faktor dalam penilaian kendaraan listrik bekas, pembahasan garansi, dan evaluasi siklus hidup kendaraan.
Dengan menetapkan metode pengukuran akurasi SOCE, perhitungan Virtual Mileage, dan tolok ukur daya tahan baterai, GB/T 46991.1-2025 menyediakan acuan bersama untuk mengevaluasi kondisi baterai.
Dampak standar ini terhadap harga kendaraan listrik bekas, sengketa garansi, maupun praktik penilaian oleh konsumen akan bergantung pada bagaimana produsen otomotif, lembaga pengujian, dan pelaku pasar menerapkan ketentuan tersebut dalam jangka panjang.
Baca juga: Sejumlah model EV Hyundai dan Kia disarankan diparkir di luar ruangan
Baca juga: CATL: 20.000 mobil listrik akan gunakan baterai natrium-Ion pada 2026
Baca juga: Pengamat: Hilirisasi nikel jadi modal RI di rantai baterai EV global
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

















































