Beijing (ANTARA) - Badan Antariksa Berawak (China Manned Space Agency/CMSA) China mengumumkan pihaknya akan membuka pengajuan proposal untuk program penelitian manusia di luar angkasa mulai 1 April 2026, yang menargetkan isu-isu ilmiah strategis utama, fundamental, dan visioner yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia secara sehat dalam jangka panjang selama penerbangan di stasiun luar angkasa dan misi pendaratan di Bulan di masa depan.
Program tersebut bertujuan menciptakan atlas manusia di luar angkasa, membangun basis data penelitian manusia di luar angkasa, serta menghasilkan serangkaian capaian penelitian inovatif yang dapat memberikan manfaat, baik bagi kesehatan para taikonaut dalam misi orbit jangka panjang maupun bagi masyarakat di Bumi.
Program ini juga merupakan bagian dari upaya China untuk mempercepat pembangunan kekuatan kedirgantaraan dan kekuatan teknologi, menurut pedoman program itu yang dirilis oleh CMSA pada pekan ini.
Dengan menggunakan sampel manusia, organoid, dan sel sebagai objek penelitian, program ini akan mempelajari efek mikrogravitasi terhadap tulang dan otot serta pengaruh penerbangan luar angkasa jangka panjang dan kondisi pascakembali terhadap jantung dan pembuluh darah, metabolisme, kognisi, serta penuaan.
Eksperimen kedokteran luar angkasa menjadi salah satu bidang penelitian penting di stasiun luar angkasa China, Tiangong, yang berarti Istana Surgawi. Sejak pengumuman pengajuan publik yang dirilis pada Juni 2023, sebanyak 387 proyek telah diajukan, dan 53 di antaranya telah dilaksanakan di laboratorium luar angkasa nasional tersebut, menurut CMSA.
China sedang menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030. Selain itu, stasiun luar angkasa Tiangong yang mengorbit akan menerima dua kru tahun ini, dan salah satu taikonaut yang terlibat akan menjalani masa tinggal di orbit yang berlangsung lebih dari satu tahun. Seiring dengan semakin seringnya misi berawak jangka panjang di luar angkasa, memastikan kesejahteraan taikonaut menjadi perhatian publik.
Penelitian kedokteran luar angkasa juga turut mendorong kemajuan kesehatan masyarakat di Bumi.
Menurut Li Yinghui, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China (China Astronaut Research and Training Center), China telah meraih sejumlah pencapaian di bidang ini, termasuk menyelesaikan penelitian pertama di negara tersebut dalam cip organ luar angkasa dan penelitian pertama di dunia yang melibatkan cip jaringan pembuluh darah buatan. Hasil-hasil penelitian ini telah memberikan dukungan teoretis dan teknologi bagi studi mengenai kesehatan jantung, sistem otot, penyakit neurodegeneratif, penuaan manusia, serta perlindungan dan skrining obat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































