Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan sebanyak 22 rumah warga terdampak banjir di Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam keterangannya di Palu, Minggu, mengatakan banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah bagian pegunungan di kecamatan tersebut.
“Curah hujan tinggi di wilayah hulu menyebabkan sungai meluap dan air masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa,” katanya.
Baca juga: BPBD Sulteng: 116 jiwa terdampak abrasi pantai di Bualemo Banggai
Berdasarkan hasil laporan sementara, lanjutnya, sebanyak 22 rumah terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan sedang. Selain itu dua bangunan rumah ibadah (gereja) dan satu kantor desa turut terdampak banjir.
BPBD juga mencatat sebanyak tiga Kepala Keluarga (KK) mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman dan korban jiwa masih dalam pendataan.
Pihaknya berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Poso yang segera ke lokasi setelah mendapatkan informasi, yang juga berkoordinasi dengan aparat desa dan melakukan asesmen di lokasi banjir.
Baca juga: BPBD Sulteng laporkan dua desa di Buol dilanda banjir
“Tim sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi penanganan darurat bersama pemerintah desa,” katanya.
Ia menambahkan kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik penanggulangan bencana, material bangunan seperti papan dan balok kayu, serta pembangunan bronjong sepanjang sekitar 300 meter guna mengantisipasi banjir susulan.
BPBD memastikan kondisi terkini di lokasi kejadian telah berangsur kondusif, namun masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Baca juga: BPBD catat 83 rumah warga terdampak banjir di Tawaeli Palu
Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































