BYD restrukturisasi pusat riset dan pengembangan kendaraan listrik

7 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - BYD dikabarkan akan merombak struktur pusat riset dan pengembangan kendaraan listriknya dengan menerapkan skema yang lebih terdesentralisasi guna mengatasi perlambatan penjualan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Dilansir dari Car News China, Sabtu, produsen otomotif asal China tersebut berencana memecah Automotive Engineering Research Institute yang selama ini menjadi pusat pengembangan kendaraan menjadi lima pusat riset terpisah berdasarkan merek.

Dalam struktur baru tersebut, divisi teknik pusat hanya akan berfokus pada pengembangan teknologi inti seperti baterai Blade, platform kendaraan listrik, dan arsitektur elektronik. Sementara pengembangan produk, perancangan kendaraan, hingga penyesuaian sasis akan diserahkan kepada masing-masing merek.

Lima merek yang akan memiliki pusat riset mandiri meliputi Dynasty, Ocean, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang. Sejumlah insinyur dari divisi teknik pusat juga akan dialihkan ke tim pengembangan masing-masing merek.

Baca juga: BYD bangun 6.682 stasiun pengisian cepat di 321 kota

Langkah tersebut dilakukan untuk mendekatkan proses pengembangan produk dengan kebutuhan pasar. Selama ini, penentuan produk dilakukan secara terpusat sehingga tim penjualan dan pemasaran dinilai kurang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Selain merombak struktur organisasi, BYD juga akan menerapkan sistem laporan laba rugi secara mandiri bagi setiap merek.

Dynasty, Ocean, Denza, dan Fang Cheng Bao diwajibkan mencapai target keuntungan masing-masing, sedangkan merek kendaraan premium Yangwang untuk sementara dikecualikan dari kebijakan tersebut.

Setiap merek juga akan dikenakan biaya internal saat menggunakan teknologi dan aset bersama milik grup. Kebijakan ini didorong untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperjelas tanggung jawab bisnis di masing-masing lini merek.

Restrukturisasi tersebut juga bertujuan mengurangi tumpang tindih produk yang selama ini terjadi di berbagai segmen produk.

Dengan portofolio kendaraan yang membentang dari kisaran harga mulai dari 100.000 yuan (Rp260 jutaan) sampai lebih dari 1 juta yuan (Rp2,6 miliar), penggunaan platform yang sama dinilai memicu persaingan internal, terutama antara lini Ocean dan Dynasty.

Perubahan strategi ini dilakukan di tengah upaya BYD memperkuat penetrasi di segmen premium melalui peluncuran sejumlah model baru, termasuk SUV keluarga Great Tang dan sedan listrik Seal 08.

Langkah tersebut juga bertepatan dengan penurunan penjualan BYD sekitar 20 persen pada lima bulan pertama 2026. Selama periode itu, perusahaan membukukan penjualan sekitar 1,405 juta unit kendaraan.

Baca juga: Denza N9 tertangkap kamera dengan konfigurasi setir kanan

Baca juga: BYD Great Tang diluncurkan dengan harga mulai Rp630 juta

Baca juga: BYD Sealion 08 ungkap baterai raksasa 810Kg dan jangkauan 900Km

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |