Bupati Tangerang pastikan penuhi air bersih bagi korban bencana

1 week ago 8

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memastikan bahwa pihaknya akan terus memenuhi kebutuhan air bersih bagi korban bencana alam banjir yang melanda daerah itu.

"Kalau untuk penanganan krisis air bersih, di Desa Cirumpak, nanti akan kita kirimkan air bersihnya melalui PDAM," tutur Maesyal di Tangerang, Selasa.

Ia mengungkapkan, bahwa pemenuhan air bersih pascabencana banjir sangat diperlukan oleh para korban dan pemerintah akan segera mempercepat pendistribusian kebutuhan dasar tersebut.

"Saya sudah telpon PDAM untuk dikirim ke lokasi, kebutuhan air bersih," ucapnya.

Maesyal bilang, selain pendistribusian air bersih pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah menerjunkan sejumlah petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

"Melalui Puskesmas kami mengirim obat-obatan, artinya pemerintah daerah sudah hadir disana untuk melayani para korban," katanya.

Baca juga: Pemprov Banten percepat normalisasi sungai cegah banjir Tangerang Raya

Dia mengungkapkan, berdasarkan data badan penanggulangan bencana daerah terdapat 27 wilayah kecamatan di daerah itu telah terdampak dan mengakibatkan 33 ribu kepala keluarga (KK) dengan 133 ribu jiwa menjadi korban banjir.

"Dari jumlah total 29 wilayah kecamatan dengan yang terdampak bencana sebanyak 27 kecamatan terdapat 33 ribu KK dengan 133 ribu jiwa terdampak banjir," ujarnya.

Ia mengatakan, bencana alam banjir yang terjadi di daerah itu sejak tangga 11-27 itu melanda 27 kecamatan dengan ratusan desa/kelurahan.

Menurut dia, bencana alam ini akibat terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi serta adanya beberapa aliran sungai dan danau yang meluap. Namun, untuk update terkini dari puluhan kecamatan yang terdampak itu telah berangsur surut.

Hanya saja, air banjir menyisakan beberapa wilayah masih terendam dengan ketinggian debit air mencapai 30 sampai 80 centimeter.

Baca juga: PMI bantu evakuasi dan kirim logistik bagi korban bencana di Tangerang

"Saat ini yang masih banjir itu rata-rata ada luapan, Limpahan dari sungai Cidurian, sungai Cirarab, dan juga ada Situ Gelam. Itu memang penyebabnya adalah tingginya curah hujan, dan air di sungai sudah tidak mampu lagi untuk mengakomodir hingga meluap," terangnya.

Dia bilang, dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kini terus berupaya melakukan penanganan melalaui pemulihan pascabencana oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Upaya pemerintah daerah mengerahkan semua OPD terkait. Sejak kemarin terus melakukan penanganan banjir baik terhadap korban maupun penanganan sumber banjir," tuturnya.

Selain melakukan penanganan langsung terhadap korban bencana, pemerintah daerah juga telah menyiasati sejumlah penanganan banjir salah satunya yakni melakukan normalisasi sungai hingga koordinasi dengan lembaga dan instansi terkait pengelola aliran sungai seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Secara bertahap sudah agendakan untuk pengadaan pembelian pompa air dengan skala yang lebih besar untuk membuang air supaya tidak banjir lagi," kata dia.

Baca juga: Gubernur koordinasi lintas instansi upaya penanganan banjir Tangerang

Baca juga: Gubernur: Makanan bagi warga terdampak banjir Tangerang harus bergizi

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |