Mataram (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menempatkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu tumpuan dalam mencapai target nasional penyerapan setara beras sebanyak empat juta ton pada 2026.
"NTB memiliki peran strategis sebagai dalam peta pangan nasional. Kami siap mendukung penuh melalui serapan gabah yang masif, penguatan infrastruktur pergudangan, serta distribusi yang terintegrasi," kata Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan yang diterima di Mataram, Jumat.
Rizal mengatakan luas panen padi di NTB yang mencapai ratusan ribu hektare berpotensi menyumbang jutaan ton gabah kering panen.
Menurut dia, potensi tersebut menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian NTB Eva Dewiyanti menegaskan ketahanan pangan sebagai pilar utama pembangunan daerah yang tidak hanya untuk menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan menurunkan kemiskinan ekstrem.
"NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional," kata Eva.
Lebih lanjut ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota dengan dukungan penuh Bulog sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Berdasarkan data kerangka sampel area Badan Pusat Statistik (BPS), capaian produksi padi NTB pada 2025 mencapai 1,69 juta ton gabah kering giling atau meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,45 juta ton.
Peningkatan tersebut ditopang oleh peningkatan luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025, serta produktivitas padi yang meningkat dari 51,59 kuintal per hektare menjadi 52,59 kuintal hektare.
Pada 2026, Bulog NTB memasang target tinggi untuk menyerap komoditas pangan setara beras sebanyak 240.660 ton guna menjaga ketahanan pangan sekaligus menstabilkan harga di tingkat petani.
Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































