Jakarta (ANTARA) - PT Brantas Abipraya (Persero) merampungkan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon yang memasuki tahap operasional ditandai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik sebagai awal kegiatan pembelajaran.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana menyampaikan rampungnya pembangunan SRT Cirebon merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat Integrasi Cirebon telah selesai dan kini telah memasuki tahap operasional yang ditandai dengan dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah," kata Dian dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Brantas Abipraya menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan nasional melalui penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Cirebon.
Memasuki tahap operasional, sekolah tersebut resmi memulai kegiatan MPLS pada Jumat (31/7), yang menjadi penanda dimulainya aktivitas belajar bagi para peserta didik. Sebelumnya, pada 30 Juli 2026 para siswa telah hadir di lingkungan sekolah untuk menjalani proses registrasi.
Selanjutnya, seluruh peserta didik mengikuti rangkaian MPLS sebagai bagian dari proses adaptasi terhadap lingkungan belajar baru sekaligus awal operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon.
Baca juga: Kisah haru Lia Maharani saat pertama pakai seragam baru Sekolah Rakyat
Baca juga: Wali Kota pastikan fasilitas SRT Kendari dukung perkembangan siswa
Dia berharap kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Blok Silayur, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, itu mampu memperluas akses pendidikan yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Ciayumajakuning.
"Bagi kami keberhasilan proyek ini bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas untuk mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul," ujar Dian.
Secara desain, Sekolah Rakyat mengusung konsep asrama terpadu dengan fasilitas seragam di seluruh Indonesia. Kompleks pendidikan ini mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid dan gedung serbaguna, kantin dan fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer dan basket.
Model tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar terintegrasi sekaligus mendukung pembinaan karakter siswa.
Lebih lanjut Dian mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ucapnya.
Ia menambahkan pihaknya akan terus menghadirkan karya-karya terbaik yang tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: Pemkab Cirebon pastikan siswa Sekolah Rakyat dapat pendampingan
Baca juga: Menkeu pastikan kesiapan sarana-prasarana Sekolah Rakyat layak guna
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































