BPS catat produksi gula naik dan konsumsi di rumah tangga turun

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budi Utomo Harmadi menyatakan produksi gula nasional meningkat sementara konsumsi menurun, mencerminkan perbaikan ketahanan pangan serta perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah lebih sehat.

"Yang menarik, konsumsi gula kita cenderung turun dari waktu ke waktu termasuk konsumsi per kapitanya," kata Sonny dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Dia menyebutkan, produksi gula nasional pada tahun 2025 mencapai 2,67 juta ton atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 2024 yang berada pada kisaran 2,47 juta ton, dan 2,23 juta ton pada 2023.

"Salah satu penopang dari kenaikan produksi gula pada tahun 2025 adalah kenaikan luas panen dari tebu kita," katanya.

Ia menuturkan peningkatan produksi tersebut didorong oleh kenaikan luas panen tebu yang mencapai 563.000 hektar pada tahun 2025, naik dari 521.000 hektar pada tahun sebelumnya.

Sebaran luas panen tebu terkonsentrasi di sejumlah provinsi utama seperti Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, serta Jawa Barat yang menjadi sentra produksi nasional.

Baca juga: Mentan bidik produksi gula 3 juta ton di 2026 demi swasembada

Sejalan dengan luas panen, distribusi produksi gula kristal putih juga mengikuti pola serupa di berbagai provinsi penghasil utama yang mendukung peningkatan produksi nasional secara signifikan.

Sementara itu, konsumsi gula rumah tangga tercatat sekitar 1,4 juta ton atau mendekati 1,5 juta ton secara nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menariknya, tren konsumsi gula rumah tangga menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan angka konsumsi terkini sekitar 1,46 juta ton yang mencerminkan perubahan pola konsumsi.

Kendati begitu, dia tidak merinci jumlah konsumsi gula di rumah tangga baik dalam periode dua ataupun tiga tahun terakhir. Hanya saja, dia menegaskan terjadi penurunan konsumsi gula di level rumah tangga.

Baca juga: Wapres pastikan pemerintah dukung petani capai swasembada gula

Lebih lanjut dia mengatakan konsumsi gula per kapita juga mengalami penurunan menjadi sekitar 5,15 kilogram per orang per tahun, sejalan dengan tren konsumsi komoditas lain seperti garam yang turut menurun.

Menurut Sonny, penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta pergeseran konsumsi menuju makanan jadi yang diproduksi industri maupun sektor jasa.

"Sehingga mereka tidak membeli gula secara langsung tetapi menggunakan makanan jadi yang dihasilkan baik oleh industri maupun oleh restoran," jelasnya.

Adapun konsumsi gula di level rumah tangga tersebut hanya mencakup sekitar 23,13 persen dari total penggunaan gula nasional, menunjukkan dominasi penggunaan gula pada sektor lain di luar konsumsi langsung masyarakat.

Baca juga: Harapan dan langkah Indonesia menuju swasembada gula

Sektor industri pengolahan menjadi pengguna terbesar gula dengan volume mencapai hampir 3,9 juta ton, mencerminkan tingginya aktivitas industri berbasis gula di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Selain itu, sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) turut menyumbang penggunaan gula sebesar lebih dari 970.000 ton sebagai bagian dari kebutuhan layanan konsumsi masyarakat.

Secara keseluruhan, total penggunaan gula nasional pada tahun 2025 mencapai 6.330.690 ton, mencerminkan tingginya kebutuhan gula untuk berbagai sektor ekonomi dan konsumsi masyarakat.

Meski produksi meningkat, Indonesia masih melakukan impor gula sebesar 3,93 juta ton pada tahun 2025, dengan pasokan utama berasal dari Brasil, Thailand, dan Australia.

Baca juga: Mendag pastikan tata niaga gula dan impor etanol diatur ketat

Baca juga: Mentan dorong tiga straregi jitu wujudkan swasembada gula pada 2027

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |