BPH Migas: SPBU nelayan hadirkan keadilan energi di wilayah pesisir

1 month ago 24

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan keberadaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan telah menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah pesisir Tanah Air.

Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan setelah adanya SPBU, nelayan memperoleh BBM dengan harga seusai ketetapan pemerintah dan juga lebih dekat dari tempat tinggal.

"Para nelayan bersyukur dengan adanya SPBU nelayan ini karena dapat membeli BBM dengan harga sesuai ketetapan pemerintah," ujarnya saat meninjau SPBU nelayan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Sebagaimana keterangannya yang dikutip di Jakarta, Selasa, biasanya nelayan membeli solar di atas harga SPBU.

"Namun, dengan adanya SPBU nelayan ini, mereka bisa membeli langsung dengan harga Rp6.800 per liter," terangnya.

Selain itu, sebelumnya, SPBU terdekat berjarak sekitar 21 kilometer, sehingga memerlukan waktu dan biaya tambahan.

SPBU nelayan tersebut dikelola koperasi nelayan dengan dukungan kredit permodalan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Erika menambahkan nelayan di Donggala juga telah memahami mekanisme penggunaan surat rekomendasi untuk pembelian BBM subsidi dan kompensasi.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman berharap dukungan kredit permodalan yang diterima nelayan dapat dimanfaatkan pula untuk pengadaan peralatan lain yang menunjang kegiatan operasional.

Ia juga mengapresiasi sistem operasional SPBU nelayan yang telah terintegrasi secara digital.

"Hal lain yang menggembirakan, kegiatan operasional SPBU Nelayan ini dapat langsung masuk dashboard Pertamina Patra Niaga dan itu berarti dapat diakses juga penyalurannya setiap hari oleh BPH Migas," katanya.

Erika, selaku Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, juga melakukan kunjungan ke Integrated Terminal (IT) Donggala dan SPBU di Kota Palu untuk memantau kondisi pasokan BBM selama periode libur akhir tahun.

"Secara umum, kondisi pasokan BBM dalam keadaan aman. Kita harapkan semua berjalan lancar," ungkapnya.

Sementara, Harya menambahkan selama periode Natal-tahun baru, kebutuhan BBM di Sulawesi Tengah diperkirakan meningkat sekitar lima persen untuk gasoline dan relatif tetap untuk gasoil dibandingkan sebelumnya.

Dalam kunjungan ke SPBU, dilakukan pula pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.

"Berdasarkan uji yang kita lakukan di SPBU, telah memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah," sebut Harya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, IT Manager Donggala Ari Wibowo dan Sales Branch Manager Sulawesi Tengah II Fuel Pertamina Patra Niaga Gidan Rasendrianto.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah melalui penyediaan lembaga penyalur BBM khusus bagi nelayan.

"Nelayan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memastikan ketersediaan BBM dengan akses yang lebih dekat dan terjangkau bagi para nelayan," sebutnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga bangun SPBU Nelayan di Bangka Selatan

Baca juga: Menkop dukung SPBU nelayan dikelola koperasi

Baca juga: Pertamina Patra Niaga telah bangun 404 SPBU Nelayan di Indonesia

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |