BPBD Lampung: GAK masih fase erupsi, tingkatkan kewaspadaan

1 week ago 26

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam fase erupsi, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," ujar Analis Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Wahyu Hidayat di Bandarlampung, Rabu.

Baca juga: Menhub: Erupsi GAK berdampak pada 2.961 penerbangan hingga Senin

Ia mengatakan pada Selasa (8/9), berdasarkan laporan dari PVMBG Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi beberapa kali, salah satunya pada pukul 05.00 WIB dengan durasi 15 detik.

"Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," katanya.

Dia menjelaskan ada dua faktor yang menyebabkan abu vulkanik dapat terpapar hingga ke daratan Provinsi Lampung.

"Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," ucap dia.

Menurut dia, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berupa abu vulkanik yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Barat merupakan efek singkat atau efek tepi dari adanya arah angin yang menuju ke arah barat daya serta barat laut.

Baca juga: Menhub sebut Presiden pantau dampak erupsi GAK terhadap transportasi

Baca juga: Bandara Abdulrachman Saleh: Lima penerbangan batal akibat erupsi GAK

"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," tambahnya.

Ia berharap dua faktor, yakni ketinggian erupsi dan arah angin tidak terjadi bersamaan.

"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," ujar dia.

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |