Ponpes Darunnajah pertahankan nilai Gontor di tengah dinamika metropolitan

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta mempertahankan sistem, kultur, dan nilai-nilai pendidikan Islam yang berakar dari Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, di tengah dinamika masyarakat metropolitan.

Hal ini dibuktikan dengan sistem, kultur, dan nilai-nilai panca jiwa pesantren, keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan, tidak hanya hidup di kawasan perdesaan, tetapi juga mampu bertahan dan berakar kuat di tengah dinamika masyarakat metropolitan Jakarta.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah sekaligus Presiden Universitas Darunnajah, Assoc. Prof KH Sofwan Manaf di Jakarta, Selasa menegaskan bahwa hubungan historis dan ideologis antara Darunnajah dan Gontor bukanlah sekadar kerja sama formal di atas kertas.

“Hubungan tersebut lahir dari kepercayaan antar sahabat, restu para kiai pendiri (Trimurti Gontor), serta dedikasi empat generasi keluarga besar perintisnya,” kata dia.

"Gontor hadir di Darunnajah bukan sebagai cabang, melainkan lewat keluarga, guru, dan tata kelola," katanya.

Ia menambahkan bahwa rekam jejak hubungan ini bertumpu pada keyakinan dan nilai-nilai dasar yang konsisten diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut dia nilai-nilai yang diajarkan dan diterapkan di Gontor itu bisa dibawa ke kehidupan metropolitan, modern, dan segala macamnya, serta tetap bertahan di situ tanpa kehilangan jati diri.

“Orang tua kami, KH Abdul Manaf Mukhayyar, terikat dengan visi para pendiri Gontor, asas wakafnya, hingga Islamnya yang progresif,” kata dia.

Menurut dia ini yang memikat hati pendiri sehingga seluruh anak, cucu, hingga cicitnya dikirim ke Gontor untuk menimba ilmu di sana karena kesetiaan terhadap sistem nilai tersebut.

Ia menjelaskan jejak perkenalan pendiri Darunnajah, KH Abdul Manaf Mukhayyar dengan Gontor bermula sejak 1958 melalui jaringan sahabat dan tokoh Betawi.

Sejak dikirimnya putra sulungnya, Saifuddin Arief pada Desember 1959, rantai kaderisasi keluarga di Ponorogo tidak pernah terputus selama 67 tahun.

Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 63 orang anggota keluarga besar KH Abdul Manaf Mukhayyar terdiri dari anak, cucu, cicit, hingga menantu merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor.

Bahkan pada peringatan Seabad Gontor tahun 2026 ini, generasi cicit keluarga tetap melanjutkan tradisi kelulusan dan sembilan anggota keluarga lainnya masih aktif nyantri di Ponorogo.

Penerapan kurikulum dan sistem pengajaran di Darunnajah mengadopsi pola Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah (KMI) Gontor yang disesuaikan menjadi Tarbiyatul Mu'allimin/Mu'allimat al-Islamiyah (TMI) tanpa mengurangi esensi pembentukan watak, disiplin, penggunaan bahasa asing (Arab dan Inggris), serta tradisi kelembagaannya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah KH. Hadiyanto Arief menyoroti bahwa kekuatan utama yang membuat eksistensi Darunnajah dan Gontor tetap independen di mata publik terletak pada sistem wakaf dan kemandirian ekonomi.

"Kekuatan moral dan keberanian para kiai dalam menyatakan kebenaran timbul dari kemandirian," kata dia.

Ia menambahkan bahwa independensi pesantren tercapai karena tidak bergantung pada bantuan pihak luar maupun pemerintah.

Ia juga mengatakan bahwa keberadaan Darunnajah di Jakarta menjadi bukti konkret bagi masyarakat luas bahwa sistem pendidikan pesantren yang berdikari, modern, dan berkarakter tetap relevan menjawab tantangan zaman.

Kehadiran model pendidikan ini di ibu kota turut membawa dampak positif yang signifikan dalam merawat citra pesantren sebagai benteng moral dan pusat kemajuan umat yang inklusif serta mandiri.

“Pada momen peringatan seratus tahun Gontor, Pondok Pesantren Darunnajah dianugerahi penghargaan bergengsi 100 Tahun Award sebagai salah satu pesantren rintisan alumni tertua yang paling istiqamah meneruskan estafet nilai-nilai perintis Gontor di kawasan metropolitan,” kata dia.

Baca juga: Laznas Darunnajah salurkan makanan dan masker ke pekerja

Baca juga: Ponpes Darunnajah-Rene Turos Group perkuat ekosistem literasi santri

Baca juga: Ponpes Darunnajah gelar Porseka perkuat semangat santri baru

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |