Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerima penghargaan Excellence in Advancing Halal Readiness through Inclusive Financial Access for Micro and Small Enterprises (MSEs) atas perannya menghubungkan inklusi keuangan berskala nasional dengan kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.
"Kami menerima penghargaan ini sebagai amanah untuk terus memperluas peran BRI dalam mendukung pelaku usaha mikro dan kecil naik kelas," kata Executive Vice President BRI Mochamad Choliq, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa melalui program BRI Peduli sejak tahun 2023-2026 sebanyak 730 UMKM dengan 4.732 produk berhasil memperoleh sertifikat halal.
Mereka mendapatkan sertifikat halal kata Choliq, setelah menjalani proses pendampingan lengkap yang mencakup penerapan Sistem Jaminan Produk Halal, pemeriksaan bahan baku dan proses produksi, audit lapangan, tindak lanjut perbaikan, hingga pengajuan ke sidang Komisi Fatwa. Seluruh peserta program tercatat lolos proses verifikasi dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Choliq menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 1895, BRI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ekonomi kerakyatan Indonesia.
"Program pendampingan sertifikasi halal adalah bentuk kontemporer dari komitmen tersebut, karena hari ini legalitas halal telah menjadi kunci akses pasar yang tidak bisa ditawar bagi pelaku UMK sektor makanan dan minuman," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan target perusahaan adalah memastikan lebih banyak UMKM binaan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh sertifikasi halal.
Apalagi kata dia, adanya penerapan penuh wajib halal pada Oktober 2026, sehingga perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat program pendampingan sertifikasi halal, memperluas jangkauan ke lebih banyak wilayah melalui jaringan BRILink dan Rumah BUMN, serta memastikan pelaku UMK binaan tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga siap secara komersial memasuki pasar halal yang semakin kompetitif.
"Penghargaan dari BPJPH ini menjadi pengingat bahwa inklusi keuangan yang bermakna adalah inklusi yang membuka jalan bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan bersaing," katanya.
Pada malam puncak Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20) BRI menerima penghargaan sebagai salah satu penerima dari klaster institusi keuangan yang diakui atas perannya menghubungkan inklusi keuangan berskala nasional dengan kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.
Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi.
Dalam pertimbangan penjurian, BRI dinilai memiliki program pendampingan sertifikasi halal UMK yang menunjukkan hasil terukur dengan tingkat penyelesaian penuh.
Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 Fertiana Santy menyampaikan pandangannya atas terpilihnya BRI sebagai penerima penghargaan.
Menurut dia, lemitraan yang dibangun BRI dengan BPJPH dalam pendampingan sertifikasi halal UMK adalah model kemitraan yang dewan juri nilai memberi hasil paling terukur di klaster institusi keuangan.
"Angka 730 UMKM dengan 4.732 produk yang berhasil memperoleh sertifikat halal sepanjang 2023 hingga 2026 menunjukkan bahwa kemitraan tersebut bukan sekadar program seremonial, tetapi menghasilkan output nyata yang menopang kesiapan pelaku usaha mikro dan kecil menuju era Wajib Halal," ujar Fertiana Santy.
Kemampuan BRI menggabungkan jaringan inklusi keuangan berskala nasional dengan mekanisme pendampingan sertifikasi halal juga menjadi elemen yang layak diapresiasi.
"Dengan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, BRI memiliki infrastruktur natural untuk memperluas skala program pemberdayaan halal ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh mekanisme sertifikasi konvensional," tambahnya.
Baca juga: BRI: Penyaluran KPP capai Rp12 T ke 83.210 debitur hingga 8 September
Baca juga: BRI: Prospek bisnis UMKM pada Q3 masih tunjukkan arah yang positif
Baca juga: Indeks Bisnis UMKM BRI Triwulan II 2026: Ketahanan UMKM Terjaga, Ditopang Optimisme Prospek Usaha
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































