Jakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan remaja memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental sesama remaja di tengah derasnya arus informasi digital.
Wihaji mengatakan peran tersebut salah satunya dapat dijalankan melalui forum Generasi Berencana (Genre) yang menjadi ruang bagi remaja untuk berdiskusi, berkonsultasi, dan mencurahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
"Tugas kita adalah menyiapkan konseling, ruang, dan tempat diskusinya. Genre, forum Genre salah satunya adalah menyiapkan ruang untuk bisa berdiskusi, bisa untuk ngobrol, bisa untuk curhat," kata Wihaji dalam puncak Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (Adujaknas) 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Selasa.
Menurutnya, remaja saat ini menghadapi tantangan baru akibat derasnya arus informasi melalui perangkat digital. Informasi yang diterima setiap saat dari berbagai sumber dapat memengaruhi pola pikir hingga perilaku apabila tidak disikapi secara hati-hati.
Ia menambahkan, data menunjukkan 34,9 persen kesehatan mental remaja Indonesia terganggu. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama, termasuk dengan memperkuat peran remaja dalam memberikan dukungan kepada teman sebaya.
"Kita memasuki new civilization, peradaban baru yang kalau tidak hati-hati mempengaruhi algoritma kita, pikiran kita. Kalau tidak hati-hati lagi, menjadi perilaku kita yang tidak baik," ujarnya.
Wihaji menegaskan bahwa tantangan tersebut bukan berarti masyarakat harus bersikap anti terhadap gawai. Menurut dia, teknologi tetap memiliki manfaat, tetapi penggunaannya perlu diiringi kemampuan memilah informasi.
"Bukan berarti saya anti-gadget. Hari ini harus hati-hati bagaimana gadget yang mungkin sangat tinggi pengaruhnya terhadap algoritma," katanya.
Ia menilai forum Genre dapat menjadi salah satu wadah yang membantu remaja menghadapi persoalan tersebut. Dengan menyediakan ruang untuk berbicara dan mencurahkan masalah, remaja dapat saling memberikan dukungan ketika menghadapi berbagai persoalan.
Selain berperan dalam isu kesehatan mental, Wihaji mengatakan para duta Genre selama ini juga menjadi lini terdepan dalam mengampanyekan tiga isu utama generasi berencana, yakni pencegahan seks pranikah, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkotika.
Ia juga menyebut remaja terlibat dalam program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta dapat berperan dalam memberikan pemulihan trauma kepada korban bencana dengan pendampingan psikolog.
"Karena mereka punya pengalaman untuk memberikan beberapa materi tentang pemulihan trauma yang tentu didampingi oleh para psikolog," ucap Wihaji.
Baca juga: Kemendukbangga perkuat MBG 3B fokuskan wilayah stunting tinggi
Baca juga: Kemendukbangga-USU perkuat riset kebijakan kependudukan berbasis bukti
Baca juga: Kemendukbangga prioritaskan layanan KB pada masyarakat desil 1-4
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































