Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melakukan penyaksian uji pertama terhadap proses asesmen yang dilakukan enam lembaga sertifikasi profesi (LSP) dalam memperkuat kompetensi 80 sumber daya manusia pada sektor pariwisata.
"Ini tidak hanya sebagai prosedur lisensi LSP, tetapi sekaligus menandai penerapan skema sertifikasi nasional sektor pariwisata dan penerapan sertifikat kompetensi elektronik," ujar Ketua BNSP Syamsi Hari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Enam LSP tersebut terdiri atas LSP Pariwisata Gunadharma Utama, LSP Kuliner Kreatif Indonesia, LSP SPA Kecantikan DEA, LSP Pariwisata Hospitaliti Nasional, LSP Pariwisata Nasional Rahenda, dan LSP Rajawali Hospitality Nusantara.
Ia mengatakan BNSP bersama Kementerian Pariwisata telah bekerja sama untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata dengan menerbitkan 483 skema sertifikasi nasional yang mencakup 34 bidang pariwisata.
Menurut dia, penerbitan 483 skema sertifikasi tersebut melengkapi 84 skema kualifikasi dan okupansi pariwisata ASEAN.
Walaupun demikian, dia mengatakan BNSP tetap membuka peluang pengembangan skema baru untuk menjawab perubahan kebutuhan pasar kerja.
"BNSP juga tidak menutup peluang pengembangan skema baru untuk menjawab tantangan perubahan pasar kerja di sektor pariwisata," katanya.
Ia menjelaskan BNSP tidak menutup peluang tersebut agar sertifikasi kompetensi benar-benar selaras dengan kebutuhan industri dan mampu melahirkan SDM pariwisata yang profesional, produktif, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun ASEAN.
Sementara itu, ia mengatakan penguatan terhadap sumber daya sertifikasi sektor pariwisata tetap perlu diperhatikan.
Menurut ia, konsolidasi nasional terkait hal tersebut dapat dilakukan untuk memperluas akses tenaga kerja terhadap layanan sertifikasi sekaligus memberikan jaminan kepada industri bahwa tenaga kerja yang tersedia memiliki kompetensi yang diakui.
Baca juga: BNSP mendorong LSP kembangkan sumber daya sertifikasi di daerah
Baca juga: BNSP dorong sertifikasi kompetensi PTV tingkat nasional
Pewarta: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































