Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan ke pulau terluar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terkena dampak gempa bumi magnitudo 7,7, Minggu.
Bantuan tersebut dikirim ke Pulau Sukun menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan merupakan penyaluran kedua BNPB ke wilayah tersebut. Pengiriman dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Nelwan Harahap.
"Hari ini kedua kalinya kami datang untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik dan tidak berkekurangan," kata Nelwan dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Sekitar 300 kepala keluarga terdampak gempa berada di wilayah Pulau Sukun.
Selain bantuan logistik, BNPB membawa perangkat internet berbasis satelit Starlink untuk memperkuat akses komunikasi masyarakat.
Baca juga: BNPB: Jaringan telekomunikasi-air bersih di NTT masih diakselerasi
Keterbatasan jaringan komunikasi sebelumnya membuat warga harus menuju lokasi yang lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal dan berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak di luar pulau.
BNPB juga membawa paket medis dan obat-obatan, termasuk bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
"Kami juga membawa titipan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk disampaikan di daerah terdampak ini," ujarnya.
Sebelumnya, BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan ke Pulau Sukun menggunakan kapal cepat pada Jumat (21/8).
Bantuan yang disalurkan antara lain beras, sembako, minyak goreng, air mineral, minyak kayu putih, selimut, telur, popok bayi, losion anti nyamuk, terpal, mi instan, sabun, pasta gigi, tikar, suplemen kesehatan, serta obat-obatan.
BNPB meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
"Memang masih ada gempa susulan, tetapi menurut BMKG gempa susulan ini memiliki kecenderungan lebih kecil dari gempa utama sehingga tidak membahayakan. Masyarakat kami minta tetap tenang namun juga waspada," kata dia.
Di bidang pendidikan, BNPB mendorong kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Kegiatan pembelajaran sementara dapat dilakukan di lokasi yang aman, seperti tenda darurat atau ruang terbuka di halaman sekolah, setelah pemerintah daerah dan pihak sekolah memastikan kondisi bangunan serta lingkungan sekolah aman.
"Aktivitas pendidikan kami harapkan dapat terus berjalan meski dalam kondisi tanggap darurat sehingga nanti anak-anak tidak kehilangan momentum kesempatan untuk belajar," demikian Nelwan.
Baca juga: BNPB: Total jumlah korban jiwa gempa bumi NTT mencapai 91 jiwa
Baca juga: Pemerintah siapkan layanan pendaftaran relawan penanganan gempa NTT
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































