BNPB: Enam kecamatan di Samosir terdampak kekeringan sejak Oktober

3 months ago 14

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan ada enam kecamatan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mengalami kekeringan yang berlangsung sejak Oktober hingga pekan pertama November 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa dari enam kecamatan tersebut ada sebanyak 14 desa, dan satu kelurahan yang mengalami dampak signifikan akibat kekeringan tersebut.

“Total sebanyak 210 kepala keluarga terdampak,” kata dia.

Dia menjelaskan bahwa kekeringan terjadi akibat minimnya curah hujan selama lebih dari sebulan terakhir, yang menyebabkan penurunan debit air di sumber-sumber mata air serta sumur warga.

Hal ini dimungkinkan terjadi oleh fenomena atmosfer dan faktor kelokalan cuaca yang dinamis di wilayah itu sebagaimana yang sudah diumumkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya.

Untuk itu, ia memastikan bahwa bantuan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak paling parah, sekaligus melakukan pemantauan lapangan secara berkala masih terus dilakukan pemerintah melalui BPBD Provinsi Sumatera Utara.

Selain pendistribusian air bersih, BNPB mengkonfirmasi tim petugas gabungan di Sumatera Utara juga menjalin komunikasi intensif lintas sektoral hingga melibatkan para kepala desa untuk menyiapkan lokasi penampungan air sementara bagi warga.

BNPB mengimbau masyarakat agar menghemat penggunaan air, memanfaatkan sumber air secara bergiliran, serta terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG terkait potensi hujan yang dapat membantu pemulihan kondisi kekeringan di wilayah Samosir.

Baca juga: Ujian panjang kekeringan di ujung timur

Baca juga: WMO: Krisis air global kian parah akibat banjir, kekeringan meningkat

Baca juga: Prabowo soroti banjir dan kekeringan sebab air belum dikelola optimal

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |