BMKG: Waspada cuaca ekstrem di Kalteng selama sepekan ke depan

5 days ago 8
Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya mengimbau masyarakat di provinsi setempat mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang serta sambaran petir selama sepekan mendatang.

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Stasiun Tjilik Riwut Lian Adriani di Palangka Raya, Jumat

Wilayah Kalteng yang berpotensi cuaca ekstrem tersebut, lanjutnya, meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya.

Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut. "Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Lian.

Baca juga: BMKG: Waspadai potensi gelombang hingga 2,5 meter di perairan Sumut

Sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, kata dia, akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB).

"Gelombang Rossby Ekuator yang secara spasial terpantau aktif di wilayah Kalimantan bagian selatan yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," katanya.

Lian menerangkan Madden-Julian Oscillation (MJO) aktif secara spasial di Kalteng juga berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di Kalteng. Kondisi ini juga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut dan didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah.

"Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng," kata Lian.

Baca juga: BMKG prakirakan hujan dan hujan petir dominasi guyur kota besar

Pada umumnya, lanjut dia, suhu udara berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 100 persen, dan angin umumnya bertiup dari tenggara menuju barat kecepatan berkisar antara 5 hingga 15 km/jam.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," katanya.

Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Lian.

Baca juga: BNPB: Hujan deras dalam 24 jam picu banjir di Cirebon, Bekasi, Jakarta

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |