BMKG: Sambaran petir di Bali menurun selama Januari

2 hours ago 1
Secara bulanan, jumlah itu menunjukkan penurunan dibandingkan Desember 2025 sebanyak 595.421 kali sambaran

Denpasar (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Denpasar mencatat sambaran petir di Bali menembus 392.777 kali per Januari 2026.

“Secara bulanan, jumlah itu menunjukkan penurunan dibandingkan Desember 2025 sebanyak 595.421 kali sambaran,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Stasiun Geofisika BMKG I Ketut Sudiarta di Denpasar, Bali, Minggu.

Jumlah sambaran petir itu menyesuaikan pola musim hujan yang banyak terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun yaitu periode November-Februari.

Penurunan jumlah petir itu diperkirakan karena menurunnya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan badai yang menjadi sumber utama petir.

Awan Cb, kata dia, tumbuh pada kondisi atmosfer yang lembab dan tidak stabil secara termodinamika.

Ia merinci jumlah petir di dalam awan (Intra Cloud/IC) sebanyak 63.086 kali dan petir ke tanah (Cloud to Ground/CG) sebanyak 329.691 kali.

Baca juga: Perubahan iklim memicu lonjakan sambaran petir

Adapun petir dari awan ke tanah bermuatan positif (CG+) dengan ciri sambaran tunggal mencapai 121.619 sambaran dan petir CG negatif atau petir dengan muatan negatif dengan ciri sambaran bercabang banyak mencapai 208.072 sambaran.

BMKG mengungkapkan petir dari awan ke tanah (CG) merupakan jenis petir yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran, hingga kematian.

Apabila dibandingkan jumlah kejadian petir pada Januari selama periode 2009-2026, jumlah pada Januari 2026 tergolong lebih rendah karena yang tertinggi terjadi pada Januari 2010 mencapai 1.071.688 sambaran dan terendah pada Januari 2013 sebanyak 199.489 sambaran.

Pihaknya telah menganalisis bahwa kejadian petir pada Januari 2026 sebagian besar terjadi pada pukul 17.00 WITA untuk jenis petir CG.

Baca juga: BMKG rekam lebih dari 1 juta sambaran petir di NTB selama 2025

“Banyaknya petir pada jam itu mengindikasikan bahwa cukup tinggi potensi pembentukan awan hujan (konvektif) pada waktu bersamaan,” imbuhnya.

Ditinjau dari segi kerapatan wilayah, imbuh dia, aktivitas petir umumnya kategori rendah yakni kurang dari delapan sambaran petir per kilometer persegi sampai kategori tinggi yakni lebih dari 16 sambaran petir per kilometer persegi.

Daerah dengan kerapatan petir kategori tinggi pada Januari 2026 yaitu Tabanan, Klungkung (Nusa Penida), serta sebagian Badung, Buleleng, Jembrana dan sebagian kecil di Denpasar.

Sedangkan periode 1-8 Februari 2026 jumlah sambaran petir di Bali untuk jenis CG- mendominasi sebanyak 7.770 kali, CG+ sebanyak 2.773 dan IC sebanyak 1.495 kali sambaran petir.

Sementara itu selama 2025 total sambaran petir di Bali mencapai 3,45 juta petir berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar.

Baca juga: BMKG: Terjadi 3,45 juta petir sambar Bali sepanjang 2025

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |