Wamena (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memperkirakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan hingga akhir Agustus tahun 2026.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Wamena Ahmad Armada di Wamena, Senin, mengatakan musim kemarau di Kabupaten Jayawijaya telah terjadi sejak bulan April hingga akan berakhir pada akhir Agustus 2026.
“Musim kemarau di Papua Pegunungan sudah mulai sejak akhir April dan kemungkinan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026,” kata Ahmad Armada.
Baca juga: Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
Menurut dia, sejak musim kemarau di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, banyak sumur masyarakat yang mulai kering.
“Informasi yang kami peroleh sumur-sumur warga di wilayah Kabupaten Jayawijaya sudah mulai kering akibat musim kemarau ini,” ucap Ahmad Armada.
Dia menjelaskan dari pemantauan cuaca awan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, sangat sedikit sehingga sinar matahari itu langsung ke permukaan bumi.
Baca juga: BMKG ingatkan ESDM hingga PLN antisipasi lonjakan listrik saat El Nino
“Awan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, itu sangat sedikit sehingga menyebabkan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi. Kondisi ini menyebabkan air di dalam tanah itu menjadi kering, apalagi intensitas hujan itu sangat kurang,” kata Ahmad Armada.
Dia mengimbau kepada masyarakat di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, untuk mewaspadai fenomena alam ini sehingga tidak menjadi kepanikan massal.
Dari pantauan di lapangan sumur-sumur warga di Kota Wamena kering akibat musim kemarau yang bercampur angin pada siang hingga sore hari. Debit air di Sungai Baliem pun turun secara drastis akibat musim kemarau tersebut.
Baca juga: BBMKG Jayapura sebut tujuh wilayah Papua berada pada periode kemarau
Pewarta: Yudhi Efendi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































