Semarang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan "paper test" untuk mendeteksi sebaran abu vulkanik dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Jawa Tengah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo, di Semarang, Senin, mengatakan bahwa pengujian dilakukan selama dua hari.
Ia menjelaskan pengujian dilakukan dengan menempatkan kertas berwarna hitam atau putih dari pagi hingga malam untuk mengetahui ada tidaknya material debu yang mengendap.
Tidak hanya di Bandara Ahmad Yani Semarang, kata dia, "paper test" juga dilakukan di Stasiun Meteorologi Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.
Kemudian, Stasiun Meteorologi Maritim Tegal mewakili wilayah Pantai Utara Jateng dan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung di Cilacap mewakili wilayah Pantai Selatan Jateng.
"Jadi, dari Kertajati, Tegal, kemudian Cilacap dan Semarang sendiri, 'paper test'-nya negatif," katanya.
Meski demikian, ia menjelaskan keberadaan abu di lapisan atmosfer atas tetap berbeda dengan abu yang sampai ke permukaan.
Menurut dia, pemantauan satelit dapat mendeteksi material di atmosfer, tetapi belum tentu material tersebut turun ke permukaan.
"Kenyataannya, 'paper test' kami mengatakan, bahwa debu tidak sampai ke bawah," katanya.
Yoga juga meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi sebaran abu vulkanik dari media sosial atau aplikasi, tanpa melakukan konfirmasi.
"Mohon teman-teman media kalau mengambil dari lembaga yang resmi. Lembaga resmi PVAC Darwin atau BMKG atau PVMBG," katanya.
Terkait debu yang ditemukan menempel pada kendaraan, ia mengatakan belum tentu merupakan abu vulkanik.
Untuk memastikan jenis material tersebut, diperlukan pemeriksaan laboratorium karena abu vulkanik memiliki kandungan silika dan karakter partikel yang lebih tajam.
"Kalau tadi ada cerita bahwa motornya kotor, bisa jadi karena efek musim kemarau yang kering. Kurang lebihnya begitu, debu biasa, bukan debu vulkanik," pungkasnya.
Baca juga: Akademisi: Aktivitas gunung api yang bersamaan tidak saling berkaitan
Baca juga: Kemenag fleksibelkan pembelajaran di sekolah terdampak abu vulkanik
Baca juga: Penerbangan di Lampung masih terdampak erupsi Krakatau
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































