Belasungkawa TNI gugur, ribuan warga ikuti aksi depan Kedubes AS

10 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Ribuan warga menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu pagi, sebagai belasungkawa terhadap tiga personel TNI yang gugur di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB.

Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 08.30 WIB, masa aksi yang diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI) itu memadati area Jalan Merdeka Selatan arah barat.

Massa bahkan membeludak hingga ke gerbang Monas dekat Stasiun Gambir. Sebagian dari mereka terlihat membawa bayi dan anak kecil dalam aksi itu.

Massa aksi bertajuk "Berjuta Doa untuk Syuhuda" itu mengenakan pakaian berupa gamis yang mayoritas berwarna putih dengan atribut Indonesia dan Palestina.

Di seberang Kedubes AS, tepatnya di samping barikade beton, panggung orasi berdiri dengan tinggi sekitar dua meter.

Pada latar belakang panggung itu, terpampang gambar ketiga perajurit TNI yang gugur.

Tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon merupakan bagian dari pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Selain doa bersama bagi ketiga perajurit itu, aksi tersebut juga menyuarakan sejumlah isu, termasuk kemerdekaan Palestina.

Masa aksi pun tak ketinggalan berdendang bersama dengan lagu-lagu terkait tajuk aksi. Selama lagu didendangkan, bendera-bendera Palestina dikibarkan oleh massa aksi.

Hingga pukul 08.45 WIB, massa aksi terus berdatangan. Sebagian hanya beranjak sebentar untuk mencari makan, lalu kembali bergabung bersama massa aksi lainnya.

Baca juga: Jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon telah tiba di Magelang

Baca juga: Menlu: Tiga prajurit TNI kembali terluka di Lebanon

Baca juga: Prabowo kecam keras aksi keji gugurkan tiga prajurit TNI di Lebanon

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |