BNPB siapkan bantuan logistik di masa tanggap darurat bencana Ternate

4 hours ago 4
Kami telah berkoordinasi untuk mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR milik Basarnas guna mendukung distribusi logistik

Ternate (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan dengan fokus utama dalam dua minggu ke depan adalah pemenuhan kebutuhan logistik di wilayah kepulauan terjauh, seperti Pulau Mayau dan Tifure Pulau Batang Dua.

"Kami telah berkoordinasi untuk mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR milik Basarnas guna mendukung distribusi logistik. Selain itu pendampingan trauma healing bagi warga yang terdampak gempa oleh Dinas Sosial dan dibantu jajaran TNI/Polri," kata Direktur Penanganan Wilayah I BNPB Agus Riyanto di Ternate, Minggu.

Dia menyatakan kesiapan pusat untuk mendukung penuh masa tanggap darurat di Maluku Utara.

BNPB juga menegaskan mekanisme perbaikan rumah rusak akibat bencana alam maupun konflik sosial akan diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Situasi Maluku Utara berangsur normal usai peringatan tsunami dicabut

Rakor BNPB diakhiri dengan komitmen bersama seluruh instansi pemerintah untuk tetap melayani masyarakat meskipun di tengah hari libur nasional.

Sebelumnya Wakil Gubernur (Wagub) Malut Sarbin Sehe menekankan pentingnya langkah cepat dan terintegrasi dalam merespons dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April lalu.

Gempa tersebut berdampak pada 4 kabupaten dan 2 kota dengan 27 kecamatan dan 46 desa/kelurahan, dengan rincian Kota Ternate 7 kecamatan, 15 desa/kelurahan. Kota Tidore 7 kecamatan, 15 desa/kelurahan.

Kabupaten Halbar 3 kecamatan, 3 desa, Halut 2 kecamatan, 2 desa, Halteng 4 kecamatan, 6 desa dan Halsel 4 kecamatan dan 4 desa.

Baca juga: Dirut ASDP: Layanan penyeberangan di Bitung-Ternate aman meski gempa

Oleh karena itu, berdasarkan data sementara yang dihimpun tim di lapangan, Wagub memaparkan kondisi terkini dampak bencana dengan korban jiwa dan hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban meninggal dunia, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Sedangkan, pengungsi sekitar 2.000 jiwa terdampak, dengan 1.107 jiwa atau 113 KK saat ini masih berada di lokasi pengungsian.

Kerusakan fisik tercatat kerusakan pada 99 unit rumah warga rusak berat, 66 rusak sedang dan 139 rusak ringan.

Baca juga: Puan: Pemerintah sigap pastikan keselamatan warga pascagempa Sulut

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |