Teheran (ANTARA) - Sedikitnya 10 orang tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat serangan AS dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran selatan, menurut laporan media Iran.
Pada malam hari dari Sabtu hingga Minggu, serangan rudal menghantam daerah Kuh-e Siyah di Kohgiluyeh, menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya, menurut laporan kantor berita Tasnim.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa beberapa pesawat AS juga terlihat lebih sering terbang di atas provinsi tersebut, mencari pilot dari jet tempur F-15E yang sebelumnya ditembak jatuh.
Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di kawasan wisata Kakan, dan tiga orang lainnya tewas di dekat permukiman Vezg di provinsi yang sama, menurut laporan stasiun televisi Iran SNN.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.
Tetapi, mereka lantas menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: IRGC Iran klaim tembak jatuh pesawat AS yang cari pilot F-15
Baca juga: Turki bantah kirim senjata ke Iran
Baca juga: Iran klaim serangan drone ke Bandara Ben Gurion Israel
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































