Bareskrim Polri sampaikan dukacita atas gugurnya Bripda Nopandri, pelaku masih diburu

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyampaikan dukacita atas gugurnya Brigadir Polisi Dua Nopandri Ramadhana saat menangkap bandar narkoba di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Polri atas kepergian anggota muda tersebut.

"Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Eko dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dia menegaskan peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.

Dikatakan bahwa tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat.

Eko menekankan tim tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menjelaskan Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Meski demikian, dia meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas.

Adapun, tim gabungan telah berhasil menemukan jenazah yang diduga merupakan Bripda Nopandri, anggota Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat menyelamatkan diri dalam penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

"Benar, tim gabungan berhasil menemukan jenazah diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Jasad korban ditemukan sejauh radius sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian penggerebekan," kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu.

Berdasarkan informasi di lapangan, jenazah ditemukan dalam kondisi tersangkut di ranting bambu dan kayu di aliran Sungai Katingan. Selanjutnya, tim gabungan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna proses identifikasi.

"Jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti akan kami informasikan perkembangan selanjutnya," ujar dia.

Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung tragedi setelah petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah anggota keluarga terduga pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis parang.

Dalam insiden tersebut, personel Satresnarkoba Polres Katingan Aiptu Yudhi gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang anggota keluarga terduga pelaku juga dilaporkan meninggal dunia.

Baca juga: Tim gabungan ringkus pelaku penyerangan polisi di Katingan

Baca juga: Kapolri naikkan pangkat anggota gugur saat operasi narkoba di Katingan

Baca juga: Tim gabungan cari dua polisi hanyut di sungai saat tangkap bandar narkoba

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |