Bapeten: RPM penting di pelabuhan cegah produk terpapar radioaktif

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) menyoroti pentingnya Radiation Portal Monitor (RPM) di berbagai pelabuhan untuk mencegah masuknya komoditas terkontaminasi paparan zat radioaktif dari luar negeri.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa, Pelaksana tugas Kepala Bapeten Zainal Arifin menjelaskan paparan zat radioaktif Cesium-137 yang ditemukan di kawasan industri Cikande, Banten beberapa waktu lalu merupakan hasil pengolahan barang terkontaminasi.

"Sangat penting karena bagaimana pelabuhan-pelabuhan untuk dipasang RPM sehingga barang-barang yang masuk itu langsung terdeteksi," katanya.

Setelah kasus temuan paparan Cesium-137 di Cikande, dia mengatakan Bapeten telah melakukan pemeriksaan dan merekomendasikan pengembalian 24 kontainer dari Filipina dan delapan kontainer dari Angola berisi zinc concentrate karena terkontaminasi zat radioaktif.

Pemerintah sendiri setelah munculnya temuan ekspor udang terpapar Cesium-137 yang diolah di Cikande telah kembali melakukan pelepasan ekspor udang ke Amerika Serikat dengan memiliki sertifikasi bebas radiasi.

Baca juga: KLH awasi ketat 200 kg barang bukti curian terpapar cesium-137

Hal serupa juga dijalankan untuk barang-barang yang masuk ke tanah air.

"Dengan adanya kejadian ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perindustrian mempersyaratkan itu. Jadi ini sebagai langkah awal," katanya menjawab pertanyaan anggota Komisi XII mengenai keberadaan sertifikat bebas radiasi bagi produk masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, temuan paparan Cesium-137 dari produk udang Indonesia oleh otoritas AS menguak terjadi cemaran paparan radioaktif di Kawasan Industri Cikande, Banten.

Pemerintah kemudian membentuk Satgas Penanganan Cesium-137 untuk memastikan dekontaminasi di kawasan terpapar, tidak hanya di kawasan industri tapi juga di wilayah perumahan warga. Produk yang dikembalikan dari AS juga langsung dimusnahkan.

Indonesia telah melanjutkan ekspor produk udang ke AS pada akhir 2025 dengan disertai sertifikat bebas Cesium-137.

Baca juga: Bapeten soroti pengawasan mineral ikutan radioaktif dari pertambangan

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |