Banjir di Pejaten Timur disebut akibat kenaikan debit air Ciliwung

5 days ago 8

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan banjir yang melanda Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, disebabkan kenaikan debit air Sungai Ciliwung.

"Untuk banjir ini, disebabkan karena kenaikan debit air Ciliwung pada Bendung Katulampa yang berstatus Siaga 3 dan Pos Pantau Depok juga di Siaga 3, serta adanya limpasan air Kali Ciliwung," kata PIC Kelurahan Pejaten Timur BPBD DKI Jakarta Taufik kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan banjir melanda empat wilayah rukun warga (RW), yakni RW 5, RW 6, RW 7, dan RW 8. Sementara di Jalan Masjid Al-Makmuriyah, genangan terjadi di RW 7 dan RW 8.

Menurut dia, kenaikan muka air mulai terjadi sejak pukul 20.00 WIB dengan ketinggian awal sekitar 40 sentimeter (cm). Air kemudian terus meningkat hingga mencapai titik tertinggi pada pukul 06.00 WIB.

“Untuk paling tinggi di Jalan Masjid Al-Makmuriyah itu mencapai 320 sentimeter, tepatnya di RT 17/RW 07, RT 16/RW 07, dan RT 5/RW 08,” ujar Taufik.

Saat ketinggian air mulai meningkat, kata dia, petugas telah mengimbau warga untuk melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman, dan mereka memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga yang berada di lokasi yang lebih tinggi.

“Untuk pengungsi, Alhamdulillah, warga mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman,” tutur Taufik.

Terkait upaya penanganan banjir, BPBD DKI Jakarta melakukan pemasangan tali sebagai jalur evakuasi untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Sampai dengan saat ini, tidak terdapat hambatan berarti dalam proses evakuasi tersebut.

Di sisi lain, terkait penggunaan pompa, Taufik mengatakan BPBD belum melakukan pengerahan pompa karena masih menunggu air surut. Pompa baru akan digunakan saat proses pembersihan lumpur.

“Pengerahan pompa mungkin nanti saat pembersihan lumpur, ketika air sudah surut semua,” ungkap Taufik.

Dia menambahkan kawasan permukiman yang terdampak banjir tersebut memang tidak memiliki pembatas antara sungai dan rumah warga, sehingga luapan air dengan mudah masuk ke permukiman.

Baca juga: Warga terdampak banjir di Pejaten Timur terima bantuan MBG

Baca juga: Lansia terdampak banjir di Jaksel akui hanya bisa selamatkan piring

Baca juga: Banjir di Pejaten Timur capai 260 cm pada Jumat pagi

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |