Banda Aceh (ANTARA) - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Aceh bergotong royong membersihkan sekolah dalam rangka mengejar aktifnya kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap tahun ajaran 2025/2026 secara serentak pada 5 Januari 2026.
"Pembersihan sekolah terdampak bencana ini kita laksanakan lewat program bakti sosial ASN Pemerintah Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh, yakni Seumeugleh (pembersihan bersama)," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, di Banda Aceh, Selasa.
Pembersihan ini dipimpin langsung oleh Plt Kepala Disdik Aceh, dan diikuti pejabat eselon 3, 4, staf Disdik, MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah), guru dan tenaga pendidik Aceh, serta relawan ASN dari instansi lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh. Tahap awal, dilakukan di Kabupaten Aceh Timur pada 29-30 Desember 2025,
Murthalamuddin mengatakan, pelaksanaan gotong royong Disdik Aceh Seumeugleh ini sebagai salah satu upaya mengejar target pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung sesuai jadwal yakni pada 4 Januari 2026 mendatang.
Kegiatan pembersihan sekolah di bawah kewenangan provinsi (SMA sederajat) ini, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh ASN Disdik Aceh saja, melainkan juga pegawai dari SKPA lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh.
Seperti staf BPBA Aceh, mereka membersihkan SMA 1 Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur yang terdampak banjir dan tanah longsor, dengan kekuatan sekitar 28 orang.
"Program ini sesuai dengan instruksi pemerintah untuk penguatan kelembagaan dan mengaktifkan sekolah di Aceh pada 5 Januari 2026 bisa berjalan maksimal," kata Murthalamuddin.
Baca juga: TNI-BNPB gencar bersihkan lumpur di sekolah Aceh Utara dan Tengah
Murthala menyampaikan, berdasarkan data terbaru dari Posko Penanganan Bencana Aceh, tercatat dari 555 unit SMA di seluruh Aceh, sebanyak 214 unit terdampak, dan yang paling signifikan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.
"Kondisi di lapangan memang menantang, di mana ada 78 unit sekolah yang masuk kategori rusak berat. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan, walaupun menggunakan sarana darurat," ujarnya.
Kemudian untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 65 terdampak bencana sudah siap menyambut siswa kembali.
Murthala menyebutkan, di Aceh, terdapat 227 SMK dengan jumlah siswa 204.219 orang. Sebagian besar sekolah tidak terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 65 SMK sudah membaik, dan 41 SMK belum siap sepenuhnya.
Selanjutnya untuk SLB, dari total 69 sekolah, hanya empat SLB yang belum siap beroperasi karena mengalami kerusakan berat akibat bencana banjir dan longsor yaitu satu di Aceh Tamiang dan tiga di Aceh Utara, lainnya sudah siap diaktifkan.
"Dari jumlah tersebut, 13 SLB mengalami kerusakan ringan, sembilan SLB rusak sedang, dan empat SLB rusak berat, lainnya tidak terdampak," ujarnya.
Murthala mengatakan, sekolah yang mengalami kerusakan berat atau ruang kelasnya tidak dapat digunakan, diinstruksikan untuk menggunakan sarana darurat.
"KBM tidak boleh berhenti. Kami telah meminta para kepala sekolah untuk memastikan ketersediaan tempat belajar sementara agar siswa tetap bisa masuk sesuai jadwal,” tegasnya.
Baca juga: Polri bersihkan lumpur di sekolah Aceh Tamiang agar KBM terlaksana
Dalam tahapan ini, dia meminta para guru untuk menjadi psikolog sosial atau MHPSS (Mental Health and Psychosocial Support).
Peran guru, lanjut dia, pada awal masuk sekolah difokuskan pada pemulihan psikis siswa. Para tenaga pendidik diharapkan tidak langsung membebani siswa dengan materi pelajaran berat, melainkan menggunakan pendekatan persuasif.
“Guru memiliki peran ganda saat ini, yakni sebagai pendidik sekaligus pendamping psiko sosial bagi siswa. Kami mendorong para guru mengedepankan pendekatan persuasif dan merangkul siswa secara psikologis agar semangat belajar mereka kembali pulih,” demikian Murthalamuddin.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































