AS tak khawatirkan penolakan Netanyahu soal rencana damai Gaza

1 hour ago 3

Washington (ANTARA) - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump tidak mengkhawatirkan penolakan Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana Gaza dan menilainya sebagai bagian dari kampanye politik Israel, Axios melaporkan.

"Kami memahami kebutuhan politik Bibi. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih seperti dikutip Axios.

Pada Minggu, Netanyahu mengumumkan bahwa Israel menolak rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Jalur Gaza. Ia menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan wilayah tersebut sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya.

Menurut The New York Times, pejabat Hamas meyakini Israel masih bekerja sama dengan Dewan Perdamaian terkait Gaza. Menurut pejabat tersebut, Netanyahu berbicara melalui telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pada pekan lalu. Netanyahu berjanji memberi kesempatan pada rencana 15 poin itu meski skeptis.

Netanyahu juga berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi dapat dimulai, menurut pejabat tersebut.

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye, sepakat menjalankan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku pada hari berikutnya. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut "garis kuning".

Namun, Israel masih mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza setelah penarikan tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Hamas tegaskan setia pada rencana perdamaian Gaza meski ditolak Israel

Baca juga: Menlu Mesir desak Israel tarik pasukan sepenuhnya dari Gaza

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |