Aqsa Working Group kutuk penutupan akses Masjid Al-Aqsa

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Aqsa Working Group (AWG) mengutuk keras tindakan Israel yang menutup dan membatasi akses umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa pada bulan suci Ramadan.

Menurut siaran pers Aqsa Working Group di Jakarta, Senin, penutupan dan pembatasan akses tersebut merupakan pelanggaran berbagai resolusi lembaga internasional.

"Kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan situs sejarah warisan dunia yang diakui oleh UNESCO sejak 1981 dan dilindungi oleh prinsip status quo yang menjamin kesuciannya sebagai tempat ibadah umat Islam," demikian pernyataan tersebut.

Aqsa Working Group juga menuntut agar seluruh negara berpenduduk mayoritas muslim sedunia, yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ikut melakukan langkah nyata dalam melindungi Masjid Al-Aqsa dan tidak hanya sebatas mengeluarkan kecaman.

Baca juga: Uni Eropa desak Israel hentikan operasi darat di Lebanon

Penutupan tersebut menegaskan bahwa Dewan Perdamaian (BoP) dibentuk hanya untuk kepentingan Kepala Otoritas Israel Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, bukan untuk kepentingan bangsa Palestina apalagi untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan itu menegaskan bahwa situs suci kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina.

Aqsa Working Group menyatakan bahwa perjuangan rakyat Palestina tidak hanya untuk memerdekakan tanah mereka, tetapi juga membebaskan Masjid Al-Aqsa dari Israel.

Sebelumnya, Israel membatalkan ibadah salat Jumat dan melakukan penutupan total seluruh situs suci di Kota Tua Yerusalem, Jumat (6/3). Penutupan itu dilakukan seiring terjadinya perang antara Iran dengan AS-Israel yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

Tindakan itu diumumkan oleh Kepala Administrasi Sipil Israel Brigadir Jenderal Hisham Ibrahim, dengan alasan bahwa penutupan dilakukan demi keamanan menyusul rangkaian serangan rudal Iran yang menghujani Israel dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Sedikitnya 10 orang tewas, 6 terluka akibat serangan Israel di Lebanon

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |