Surabaya (ANTARA) - Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyatakan waktu tanggap (response time) penyelamatan terhadap korban kebakaran kapal di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, harus lebih cepat agar korban mendapatkan pertolongan sebelum terlambat.
"Yang menjadi perhatian adalah waktu tanggap penyelamatan harus jauh lebih cepat. Jangan sampai korban yang sudah berhasil menyelamatkan diri di laut justru terlambat mendapatkan pertolongan," katanya di Surabaya, Senin.
Hal ini diungkapkan menyusul terjadinya kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar terjadi pada Minggu (2/8) sekitar pukul 06.00–07.00 WIB di perairan utara Sumenep.
Baca juga: Korban KMP Mutiara Sentosa II dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Perak
Ia mencontohkan di Filipina waktu tanggap operasi penyelamatan laut ditargetkan tidak lebih dari 30 menit. Standar serupa, menurutnya, layak diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan efektivitas penanganan kecelakaan pelayaran.
Bambang Haryo mengapresiasi langkah awak kapal yang dinilainya telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membagikan jaket pelampung kepada penumpang serta menyiapkan life craft sebagai sarana evakuasi darurat.
Menurut dia, upaya tersebut perlu diimbangi dengan respons cepat dari tim penyelamat.
Baca juga: Basarnas: 122 korban KMP Mutiara Sentosa II tiba di darat
Selain itu ia juga menyoroti perlunya optimalisasi seluruh sarana penyelamatan, termasuk penggunaan helikopter milik Basarnas apabila kondisi di lapangan memungkinkan agar proses pencarian dan evakuasi korban di laut diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.
Menurut dia, keterlambatan pertolongan berpotensi meningkatkan risiko bagi korban yang berada di atas rakit penolong karena menghadapi ancaman hanyut, kelelahan, dehidrasi, hingga kehilangan nyawa.
Karena itu Bambang meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem respons darurat kecelakaan laut agar koordinasi dan kecepatan penyelamatan terus ditingkatkan demi meminimalkan jumlah korban pada setiap insiden pelayaran.
Baca juga: Menhub Dudy tinjau penanganan korban kebakaran KMP Mutiara di Sumenep
Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































