Analis: Respons Turkiye lemah atas serangan Ukraina terhadap kapalnya

1 day ago 3

Ankara (ANTARA) - Seorang analis politik Turkiye, Nijat Sezgin, menilai respons Ankara atas serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang berbendera Turkiye di Laut Hitam terlalu lemah dibandingkan dengan besarnya ancaman dan potensi berulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Menurut laporan kantor berita IHA, yang dikutip RIA Novosti di Ankara, Selasa, pesawat nirawak Ukraina menyerang kapal dagang Turkiye bermuatan buah dan sayuran yang sedang berlayar ke Rusia melalui Laut Hitam pada Senin (3/8).

Serangan yang, menurut nakhoda kapal bernama Yalcin Sahin, melibatkan enam hingga tujuh drone itu melukai empat awak kapal.

"Turkiye harus memberikan respons yang jauh lebih tegas atas setiap serangan Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap kapal dagangnya. Jika tidak direspons secara politik atau diplomatik, mak insiden serupa dapat terulang," kata Sezgin kepada RIA Novosti.

Baca juga: Drone Ukraina pembawa 5 kg bahan peledak jatuh di Turki

Sezgin mengatakan Pemerintah Turkiye perlu menjadikan perlindungan kapal sipil sebagai prioritas kebijakan luar negerinya.

Selain itu, Ankara pun perlu menuntut penyelidikan internasional atas serangan terhadap kapal berbendera Turkiye itu dan memanfaatkan jalur diplomatik untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, katanya.

Menurut Sezgin, serangan terhadap kapal dagang mengancam keselamatan pelayaran internasional di Laut Hitam. Namun, ketiadaan respons yang memadai dapat menjadi preseden berbahaya bagi serangan berikutnya terhadap kapal sipil.​​​​​​​

Sezgin menilai kondisi tersebut berisiko mengganggu perdagangan, rantai pasok, logistik, dan stabilitas kawasan Laut Hitam apabila komunitas internasional gagal mengambil langkah pencegahan yang efektif.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

​​​​​​​Baca juga: Turki kaji posisi Rusia soal pertemuan dengan Ukraina

Baca juga: Ukraina harap Turki bersedia jadi tuan rumah perundingan dengan Rusia

Penerjemah: Rahmad Nasution
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |